Bengkalis

Memalukan! Oknum PLN Ini Buang Ranting Pohon Sisa Pemangkasan Sembarangan

Foto: Goriau.com

DURI – Masyarakat yang bermukim di sekitar parit induk, Kota Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis dibuat geram oleh sejumlah oknum anggota Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Duri yang membuang ranting pohon usai pemangkasan sembarangan. Para oknum tersebut tanpa rasa malu dengan santai membuang sampah hasil pekerjaan mereka di lokasi yang seyogyanya bukan diperuntukan sebagai Tempat Pembuangan Sampah (TPS), Rabu (27/7/2016) sekitar pukul 10.00 WIB. Yang lebih disesalkan, mereka bahkan masih mengenakan baju dinas lengkap dengan atribut perusahaan.

Seperti dilsir dari Goriau.com, warga menyayangkan aksi karyawan BUMN tersebut yang seenaknya membuang sampah di sembarang tempat. Padahal, masyarakat setempat justru telah ditegaskan untuk tidak menempatkan samppah di lokasi tersebut. Salah seorang warga, Ibrahim menyebutkan, semua orang kiranya memahami bahwa lokasi itu bukanlah TPS resmi.

“Masyarakat setempat saja kita larang membuang sampah di sana. Ini petugas PLN pula yang membuang sampah di sana. Udah gitu, sampahnya sampai ke ruas jalan mengganggu pengendara yang melintas. Terlihat tidak bertanggung jawab,” terang Ibrahim dengan nada kesal.

Dia menambahkan, membuang sampah di sekitar parit sangat mengganggu kondisi lingkungan dan bahkan dapat memicu banjir. “Sebanyak ini TPS di Duri kenapa harus dibuang di sekitar parit ini? Kalau parit ini isinya sampah semua siap-siap Duri kena banjir. Karena itu adalah parit induk dan parit besar di Kecamatan Mandau,” lanjutnya.

Kepala UPT Dinas Kebersihan dan Pasar Kecamatan Mandau, Ahmad Saputra menyebutkan bahwa setiap pagi telah ditempatkan petugas untuk mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah di lokasi tersebut. Kendati pihaknya tetap akan mengangkut sampah dari lokasi tersebut, namun upaya itu tak dapat dilakukan setiap hari karena keterbatasan armada. Apalagi itu bukanlah TPS resmi.

“Untuk itu, minta kerjasama masyarakat agar tidak membuang sampah di sana lagi demi kebersihan lingkungan kita,” imbaunya.

Secara terpisah, Manager PLN Rayon Duri Dodi Prariyadi menyatakan telah menegur petugas kontraktor teknis tersebut atas perbuatan ini.

Jatuhkan Sanksi jika Himbauan tak Diindahkan

Ketertiban sosial merupakan salah satu faktor penentu kenyamanan dan keamanan berkehidupan bermasyarakat. Pemerintah dinilai perlu mempersiapkan perangkat hukum untuk mengatur agar masyarakat tertib dan beretika dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam mengelola aktivitas masyarakat terkait pembuangan sampah. Demikian disampaikan Mufti Muhammad Ilham, pengamat sosial dan perilaku masyarakat saat dihubungi Riauposting.com, Rabu (27/7/2016) siang.

Sosok yang akrab disapa Ilham ini menyebutkan, regulasi mengenai pembuangan sampah pada saat ini perlu dibentuk di setiap daerah dan bahkan sebagian besar daerah di Indonesia telah memilikinya. Aturan dalam bentuk Perda (Peraturan Daerah) tersebut biasaya berisi tentang himbauan dan sanksi bagi masyarakat yang tidak tertib dalam membuang sampah.

“Dalam ranah bermasyarakat Indonesia yang mengedepankan musyawarah dan toleransi, tentu pendekatan persuasif berupa imbauan harus diutamakan. Namun jika masyarakat, dalam kasus ini bahkan adalah oknum petugas PLN, sanksi bisa saja dijatuhkan asalkan ada payung hukumnya,” terangnya.

Apalagi, kata Ilham, oknum adalah pegawai atau kontraktor yang berhubungan dengan BUMN yang seharusnya mencerminkan keteladanan, bukan sebaliknya. “Ada kalanya untuk menegakkan ketertiban diperlukan ketegasan,” lanjutnya.

Dia mengimbau bagi segenap masyarakat, baik di perkotaan maupun desa untuk mematuhi etika dan peraturan yang ada. Hanya dengan ketertiban tersebut kehidupan yang nyaman dan aman bisa diwujudkan.

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas