Budaya

Ayat Cahyadi Resmikan Acara Petang Megang 2015

ayat cahyadi petang megang
ayat cahyadi petang megang

Wakil wali kota Pekanbaru, Ayat Cahyadi dalam pidato sambutan di acara Petang Megang 2015 (Foto: Riauposting.com/Istimewa)

PEKANBARU – Menjelang masuknya puasa pertama pada hari Kamis (18/6/2015) besok,  warga kota Pekanbaru bersuka-cita menyambut datangnya bulan suci dengan meramaikan acara tradisi menyambut bulan puasa yang dikenal oleh masyarakat Pekanbaru dengan nama Petang Megang.

Acara tradisi ini adalah sebagi bentuk ungkapan rasa syukur dan kegembiraan umat Islam, khususnya warga kota Pekanbaru atas datangnya bulan Ramadan.

Tradisi di Pekanbaru ini memiliki arti yang sesuai dengan namanya. Kata Petang di sini berarti petang hari atau sore hari, sesuai dengan waktu dilaksanakan tradisi ini yang memang dilaksanakan pada sore hari. Sedangkan Megang disini berarti memegang sesuatu yang juga dapat diartikan memulai sesuatu. Hal ini sesuai dengan waktu diadakan tradisi ini yaitu sebelum Ramadhan dan ingin memulai sesuatu yang baik dan suci yaitu puasa.

Tradisi Petang Megang yang diselenggarakan di tepian Sungai Siak pada tahun 2001 secara resmi masuk dalam agenda acara tahunan Pemerintahan Kota (Pemko) Pekanbaru dan setiap tahunnya selalu dihadiri oleh ribuan warga kota yang turut menyemarakan acara menyambut datangnya bulan penuh berkah ini.

Acara Petang Megang menyambut bulan Ramadan 1436 Hijriah, dilaksanakan pada hari Rabu (17/6/2015), dimulai pada pukul 14:00 dan berakhir pada pukul 17:00. Sebelum pelaksanaan acara terlebih dahulu dilaksanakan kegiatan ziarah ke makam para tokoh dan pendiri kota Pekanbaru. Adapun susunan acara inti terdiri dari memukul tabuh tradisi, balimau, memandikan anak yatim dan diakhiri dengan lomba menangkap itik yang dilepas ke sungai Siak.

Acara utama yang dibuka oleh wakil wali kota Pekanbaru (Wawako) Ayat Cahyadi, dalam sambutannya mengatakan, acara Petang Megang ini adalah sebuah tradisi khasanah budaya masyarakat melayu bernafaskan Islam yang patut dilestarikan.

“Pemerintah akan menjadikan kegiatan tahunan ini tidak hanya sebagai sebuah acara tradisi, tetapi kita akan terus promosikan agar tradisi menyambut datangnya bulan puasa dari masyarakat melayu ini menjadi sebuah event wisata daerah kota Pekanbaru yang tidak hanya dikenal oleh masyarakat kota Pekanbaru, tapi juga dikenal hingga ke manca negara,” kata Ayat Cahyadi dalam pidato sambutannya.

Di akhir pidato tak lupa Ayat Cahyadi memohon maaf secara pribadi kepada seluruh warga kota Pekanbaru, terutama kepada hadirin yang ada di acara tersebut.

Pada acara itu ketua komisi III bidang pendidikan DPRD kota Pekanbaru, Ir. Nofrizal, MM yang diwawancarai Riauposting.com mengatakan, “acara tradisi budaya ini sangat perlu diperhatikan oleh kalangan pendidikan kita, karena memilki nilai-nilai luhur yang dapat ditanamkan bagi anak didik. Di bulan puasa ini kita berharap para pendidik dapat mengisi waktu puasa kepada anak didik di sela-sela libur sekolah dengan menanamkan nilai-nilai agama yang lebih mendalam, misalnya melalui pesantren kilat Ramadan di sekolah,” ujarnya.

Nofrizal petang megang

Ketua Komisi III DPRD kota Pekanbaru, Ir. Nofrizal, MM (baju biru), turut memukul tabuh tradisi. (Foto: Riauposting.com/Istimewa)

Hampir senada juga dikemukakan oleh ketua DPD KNPI kota Pekanbaru, Ade Fitra (31), kepada Riauposting.com. ‘’Sebagai unsur dari generasi muda kami sangat mendukung acara tradisi Petang Magang ini, karena salah satu tugas pemuda adalah ikut terus dalam melestarikan budaya bangsa,” katanya.

Sementara itu, Yusmaini (35), warga Pekanbaru yang tinggal di daerah Tampan yang ditemui Riauposting.com diantara kerumunan acara mengatakan, turut merasa gembira bisa menghadiri acara Petang Magang ini bersama suami dan kedua anaknya. “Hitung hitung hiburan bang, sambil bawa anak-anak jalan-jalan dan memperkenalkan kepada anak tradisi menyambut puasa di Pekanbaru, “ ungkap ibu rumah tangga ini.

Acara yang dihadiri oleh Muspida, tokoh masyarakat, alim ulama serta jajaran pemerintahan yang ada di kota Pekanbaru berlangsung meriah, tertib , lancar dan disambut dengan penuh suka-cita oleh ribuan warga kota Pekanbaru.

 

 

 

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas