Budaya

Berlimau ke Rumah Orangtua, Tradisi yang Kokoh di Kepenuhan

KOTA TENGAH – Ada satu tradisi lama bagi masyarakat Kota Tengah Kecamatan Kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu setiap akan memasuki bulan suci Ramadan. Selain tradisi ziarah kubur, ada satu tradisi lain yang tak lekang dipanas dan tak lapuk dihujan yakni berlimau ke rumah orangtua.

Jika di daerah lain juga dikenal dengan berbagai istilah mandi berlimau menyambut bulan suci Ramadan, namun di Kota Tengah khususnya, masyarakat tidak banyak melakukan perlimauan dengan mandi-mandi ke sungai, tetapi lebih mendatangi para orangtua mereka untuk berlimau.

Sebenarnya, berlimau ke orangtua yang dilakukan masyarakat Kecamatan Kepenuhan ini, bukan pada ritual berlimaunya. Tetapi, lebih untuk meminta maaf atas kesalahan yang mungkin dilakukan selama ini terhadap orangtua.

Tradisi berlimau di Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu.

Tradisi berlimau di Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu yang belum luntur hingga saat ini,

Dalam prosesinya, orangtua sudah disiapkan air limau disertai beberapa bahan lainnya sebagai penyerta. Biasanya, peralatan berlimau ini disiapkan anak perempuan dan kemudian diletakkan di dekat orangtua, baik laki-laki ataupun perempuan. Jika ayah masih hidup, maka yang akan melakukannya adalah ayah, namun jika ayah sudah meninggal, peran ini digantikan sang ibu.

Satu per satu anaknya akan mendekat ke orangtuanya untuk diusap air limau dan setelah itu mereka akan bersalam-salaman saling memaafkan. Jika anak sudah memiliki istri dan anak pula, maka sang ayah akan membimbing istri dan anaknya untuk meminta maaf kepada kakek atau nenek.

Hal seperti ini bukan saja dilakukan kepada orangtua kandung, melainkan orang-orang tua dalam garis keluarga dan juga tetangga yang masih hidup. Secara bergiliran, anak, cucu dan kerabat tetangga datang ke orang-orang tua kampung untuk meminta maaf menyambut masuknya bulan suci Ramadan.

Acara berlimau ini, meski lebih kental nilai budayanya, namun suasana haru biasanya akan terlihat. Tak jarang anak dan ibu saling berpelukan dan meneteskan air mata pada saat bersalaman. Apalagi, ada suasana tertentu yang menyertainya. Misalnya, ketika seorang ibu bersalaman dengan anak dari abangnya yang sudah meninggal dunia, biasanya suasana langsung pecah menjadi suara tangis.

Pantauan Riauposting.com di Kota Tengah, Rabu (17/6/2015), selain ramai-ramai berziarah ke kuburan keluarga, warga juga tampak silih berganti mengunjungi para orangtua mereka yang masih hidup. Mereka sengaja datang untuk meminta maaf sekaligus untuk mendapatkan usapan air limau dari para orangtuanya.

Dalam prosesi meminta maaf pun, ada ungkapan-ungkapan khusus yang tak sekadar mohon maaf lahir dan bathin saja. Biasanya mereka menyampaikan berbagai hal yang mungkin kesalahan dilakukan selama ini yang belum sempat meminta maaf. Misalnya, mereka menyebutkan jika selama ini ada harta yang terminum atau termakan, banyak kata yang mungkin menyinggung, dan lainnya mohon dimaafkan.

Suasana berlimau mendatangi rumah orang tua ini berlangsung sejak siang hingga menjelang petang. Selanjutnya, usai berlimau ke rumah orangtua, mereka kembali ke rumah untuk mandi bersiap menghadapi salat maghrib dan selanjutnya tarawih malam pertama.

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas