Burung

Ulas Tuntas si Jantan Gampang Birahi yang Digemari

Murai Batu Hutan (Copsychus malabaricus, Latin) . Foto: (Int-4.bp.blogspot.com)
Kontributor: Joni Efendi

BAGI penggemar burung berkicau tentu tak asing dengan burung yang satu ini. Burung yang satu ini termasuk salah satu pilihan favorit para penggemar burung berkicau untuk dijadikan koleksi.

Suaranya yang sangat merdu dan bervariasi, menjadikan burung ini dinobatkan sebagai salah satu burung penyanyi terbaik di dunia, bahkan sejak tahun 1947 (The Best Song Birds – Delacour, 1947).

Murai Batu Jantan. Ya, burung ini yang akan diulas lebih luas dalam artikel kali ini.

Murai Batu (Copsychus malabaricus, Latin) merupakan salah satu burung berkicau cerdas terbaik (dari keluarga Turdidae) yang sangat banyak penggemarnya. Si nyaring bak model ini selain suaranya yg merdu dan indah, juga bernilai ekonomis, karena harga jualnya bisa cukup tinggi.

Murai Batu menjadi salah satu burung favorit dalam kompetisi burung berkicau, karena burung ini dikenal sebagai petarung yang gampang naik darah. Apabila mendengar suara Murai Batu lain atau melihat burung sejenis, maka semangat tempurnya langsung berkobar.

Bagi penggemar burung profesional, merawat Murai Batu tentu bukan masalah. Tapi, bagi pemelihara pemula, ada baiknya mengenal lebih jauh si Murai Batu, agar Anda tidak keliru memperlakukannya.

Merawat Murai Batu pada dasarnya sangat mudah dan menyenangkan. Karakter dasar burung ini mudah beradaptasi dan sangat mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada manusia.

Berikut cara perawatan, pemeliharaan dan pemilihan Murai Batu yang sebagian besar berdasarkan pengalaman penulis dalam memelihara Murai Batu. Semoga berguna bagi pembaca Riauposting.com yang ada di forum Kicau Lovers Indonesia.

Pilih makanan yang sesuai

Memberi makanan dengan batu voer sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu:12%-18%. Jangan terlalu berpatokan dengan voer yang harganya mahal, karena yang berharga mahal belum tentu cocok dengan sistem metabolisme setiap burung Murai Batu.

Yang perlu diingat, voer harus selalu tersedia didalam cepuknya.  Selalu ganti dengan voer yang baru setiap dua hari sekali.

Pemberian pakan tambahan (Extra Fooding / EF),  sangat baik buat burung Murai Batu. EF yang disarankan yaitu: Jangkrik, orong-orong, kroto, cacing, ulat hongkong, ulat bambu, kelabang dan belalang.

Perawatan harian

Berikut ini pola perawatan harian dan stelan harian untuk burung Murai Batu.

  • Bersihkan kandang secara rutin setiap hari. Pada pukul 07.00 angin-anginkan Murai Batu di teras. Jam 07.30 mandikan burung di karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung.
  • Ganti atau tambahkan voer dan air minum. Berikan jangkrik 4 ekor pada cepuk EF (jangan berikan jangkrik secara langsung pada burung).
  • Lakukan penjemuran selama 1-2 jam/hari, mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
  • Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.

Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di master dengan suara master atau burung-burung Master. Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras dan boleh dimandikan jika dirasa perlu. Usai itu bisa diberikan 2 ekor jangkri pada cepluk EF.

Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara master selama masa istirahat sampai pagi harinya.

Jadwal pemberian Extra Fooding (EF)

Pemberian EF secara berkala penting diberikan ke Murai Batu agar kesehatan burung terjaga dan staminanya selalu fit, diantaranya:

  • Berikan kroto segar 1 sendok makan maksimal 2x seminggu, misalnya setiap hari Senin pagi dan hari Kamis pagi.
  • Pemberian Cacing diberikan 1 ekor 1x seminggu. contoh setiap hari Selasa pagi.Pengumbaran di kandang umbaran dapat dilakukan 4 jam perhariselama 4 hari dalam seminggu.
  • Berikan multivitamin yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja.

Penanganan apabila burung Murai Batu over birahi

Burung Murai Batu jantan diketahu sebagai jenis burung yang sangat mudah naik birahinya. Banyak penyebab yang dapat membuat Murai Batu naik birahi. Pemberian EF yang over, penjemuran yang berlebih atau melihat burung Murai Batu betina, dapat dengan cepat menaikkan tingkat birahi burung ini.

Menangani burung Murai Batu yang terlalu birahi (over birahi) sangat perlu dilakukan. Apabila tidak ditangani dengan tepat, over birahi dapat membuat burung stres dan menjadi agresif secara tidak terkendali.

Ciri-ciri burung Murai Batu yang terlalu birahi antara lain: agresif, bulu mengkorok, nglowo (sayap turun) dan mematuk ornamen sangkar.

Penanganan untuk hal ini yaitu, pangkas porsi Jangkrik menjadi 3 pagi dan 2 sore. Lakukan pengembunan (jam 05.30 – 06.00). Berikan cacing 2 ekor 2x seminggu.

Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore. Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja. Waktu pengumbaran dibuat lebih sering dan lebih lama.

Mengatasi Murai Batu yang Kondisinya drop

Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 5 pagi dan 5 sore. Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi 3x seminggu. Berikan Kelabang 2 ekor seminggu sekali. Mandi dibuat 2 hari sekali saja. Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar Murai Batu lainnya.

Kunci keberhasilan pemeliharaan dan perawatan Murai Batu yaitu rutin dan konsisten.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih Murai Batu

Sebelum memutuskan membeli atau memelihara burung ini, ada baiknya mengetahui lebih detail Murai Batu yang akan dipilih. Apalagi jika suatu saat Anda akan mencoba mengikutsertakan Murai Batu Anda ke sebuah perlombaan.

Ada perbedaan antara Murai Batu Jantan dengan betina. Murai Batu jantan dapat dilihat pada warna bulu hitam yang tegas, mengkilap dan kontras serta memiliki ekor yang lebih panjang daripada burung Murai Batu betina.

Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih Murai Batu yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata. Kepala berbentuk kotak, mata bulat, besar dan melotot.

Ini menandakan burung ini mempunyai mental tempur yang baik.

Postur badan, pilihlah Murai Batu yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih Murai Batu yang berleher dan berbadan pendek.

Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan Murai Batu tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.

Lincah dan bernafsu makan besar, panjang ekor yang serasi dengan postur badan merupakan ciri-ciri lain Murai Batu yang bermental baik.  Pilihlah bentuk ekor yang sedikit lentur.

Murai Batu yang berleher panjang, padat dan berisi dapat menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.

Murai Batu tersebar dibanyak tempat di kawasan Indonesia, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Lampung, Lahat, Jambi hingga Kalimantan.

Meski Murai Batu belum dikategorikan hewan yang tergolong akan punah oleh Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA), tapi mengingat nilai ekonomis dan perburuan yang cukup tinggi menjadikan hewan jenis ini tetap harus diperhatikan kelestariannya.

Untuk menjaga kelestarian Murai Batu, BKSDA membuat ketentuan agar setiap Murai Batu diberi tanda berupa cincin khusus yang dikenakan dipergelangan kaki burung. Hal tersebut sebagai bentuk identifikasi apakah Murai Batu berasal dari alam liar atau diperoleh dari hasil penangkaran.

joni efendi.00

Sekilas tentang kontributor: Selain sering diminta sebagai juri di ajang kompetisi burung berkicau yang cukup dikenal di Riau, Sumbar, Sumut hingga Jambi, penulis juga menggeluti bisnis burung berkicau dan konsern pada kelestarian habitat burung asli nusantara. Saat ini penulis bermastautin di Pekanbaru, Riau.

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas