Headline Rohul

Listrik PLN Mati, Ribuan Warga 2 Kecamatan Padati Lokasi Penyebab Matinya Listrik PLN

Massa berkumpul di lokasi tempat penyebab matinya listrik PLN, yang tersangkut pelepah kelapa sawit milik warga yang bertempat tinggal di lokasi tersebut.
Massa berkumpul di lokasi tempat penyebab matinya listrik PLN, yang tersangkut pelepah kelapa sawit milik warga yang bertempat tinggal di lokasi tersebut.

Massa berkumpul di lokasi tempat penyebab matinya listrik PLN, yang tersangkut pelepah kelapa sawit milik warga yang bertempat tinggal di lokasi tersebut.

PASIRPENGARAIAN – Ribuan warga dari Desa Rambah Baru, Rambah Utama, Masda Makmur Kecamatan Rambah Samo dan Pasir Maju, Pasir Baru Kecamatan Rambah serta Desa Sempurna Alam yang rumahnya mengalami pemadaman listrik lebih 24 jam, Selasa (26/9/2017) malam turun ke ruas jalan poros Desa Rambah Baru Kecamatan Rambah Samo.

Massa berkumpul di lokasi tempat penyebab matinya listrik PLN, yang tersangkut pelepah kelapa sawit milik warga yang bertempat tinggal di lokasi tersebut.

Dengan ramainya massa, akses transportasi di ruas jalan poros desa Rambah Baru menuju desa lainnya tidak bisa dilalalui kendaraan bermotor. Mesti massa sempat tersulut emosi dengan sempat melempar batu kearah rumah milik kebun kelapa sawit tepatnya tersangkutnya pelepah sawit. Mengingat selasa malam listrik di lima desa mati total.

Namun, aksi massa itu dapat diatasi cepat, dengan turunnya langsung Kapolsek Rambah Samo AKP Marjoni beserta personilnya bersama Camat Rambah Samo Drs Zulbahri dan sejumlah kepala desa yang daerahnya mengalami pemadaman listrik menenangkan massa yang hadir.

Terpantau dari negosiasi yang dipimpin langsung Kapolsek Rmabah Samo, Camat Rambah Samo bersama para kades dengan pemilik kebun kelapa sawit, akhirnya ditemukan jalan keluar dan mempersilahkan pihak PLN atau masyarakat untuk menebang 15 batang kelapa sawit yang pelepah sawitnya membuat jaringan tegangan menengah (JTM) PLN yang mengakibatkan matinya listrik lebih 24 jam sejak Senin malam hingga Selasa malam.

Camat Rambah Samo Drs Zulbahri kepada wartawan, Selasa (26/9/2017) malam mengaku, sebelum massa turun ke lokasi tempat tersangkutnya pelepah sawit di JTM milik PLN yang menyebabkan matinya listrik di sejumlah Desa di Rambah Samo, bahwasanya Pemerintah Kecamatan Rambah Samo bersama Kades yang daerahnya mati listrik melakukan rapat koordinasi dan mediasi dengan pemilik kebun.

Hanya saja, dalam negosiasi itu, pemilik kebun meminta PLN untuk mengganti rugi uang Rp1 juta per satu batang kelapa sawit. Dimana pemilik kebun sawit tidak ingin pelapah sawit itu dipotong, tapi minta ganti rugi, dengan menumbangkan 15 batang sawit tersebut, agar kedepan tidak lagi menjadi permasalahan.

“ Karena tidak ada solusi dari PLN dan pemilik kebun tetap meminta ganti rugi, akhirnya massa yang sudah tidak sabar dirumahnya listrik mati lebih dari 24 jam, mendatangi lokasi JTM milik PLN yang tersangkut pelepah kelapa sawit di Desa Rambah Baru,” katanya.

Dia mengucapkan terimakasih kepada pemilik kebun kelapa sawit yang telah bersedia untuk menumbangkan 15 batang kelapa sawit yang tersangkut JTM, setelah dilakukan mediasi antara Polsek Rambah Samo dan Pemerintah Kecamatan Rambah Samo beserta kepala Desa.

“ Direncanakan dalam waktu dekat, kita akan undang pemilik kebun kelapa sawit, pihak PLN Rayon Pasirpengaraian dan Polsek Rambah Samo, untuk duduk bersama mencarikan solusi dari persoalan tersebut. Sehingga kedepan permasalahan serupa tidak terulang lagi,” ujarnya.

Terpantau, sejumlah massa yang hadir menyaksikan penumbangan 15 batang kelapa sawit dengan menggunakan mesin sinsaw di suasana yang gelap gulita dengan hanya penerangan menggunakan senter.

Setelah 15 batang pohon kelapa sawit ditebang dengan menggunakan mesin sinsaw, warga masih bertahan di ruas jalan poros Desa Rambah Baru dan tidak mau pulang sebelum listrik PLN hidup kembali.

“ Selasa malam sekitar pukul 21.30 Wib listrik PLN kembali menyala, setelah penumbangan pohon kelapa sawit yang tersangkut JTM di Desa Rambah Baru,” jelasnya.

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas