Indragiri Hilir

Antisipasi Dampak Dugaan Aliran Sesat, Kades Tekulai Hilir Menyambangi Instansi Pemerintah

pak ruchiyat dan pak wali tkl .1
Ruhiat S.Ag (kiri), bidang syari'ah Kemenag Inhil bersama Suriadi, Kades Tekulai Hilir, saat membahas isu aliran sesat di desa Tekulai Hilir. Foto : Anjar/Riauposting.com

TEMBILAHAN – Menyikapi maraknya pemberitaan media massa baik online maupun cetak baru-baru ini, tentang kabar adanya aliran yang di duga sesat di Desa Tekulai Hilir, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, direspon cepat oleh Kepala Desa (Kades) Tekulai Hilir, Suriadi, SP.

Melaksanakan bentuk tanggung jawabnya sebagai kepala pemerintahan desa, Kades yang belum genap setahun dilantik ini segera memenuhi panggilan pihak berwajib, dalam hal ini panggilan dari Kasat Intel Kepolisian Resort (Polres) Inhil mengenai isu tersebut.

Ditemui Riauposting.com diruang kerjanya, Rabu (24/8/2016), Edi Sutomo, Kasat Intel Polres Inhil, menegaskan tentang sensitifnya isu kelompok “minoritas” bagi situasi keamanan dan ketertiban dilingkungan masyarakat.

Oleh karenanya Polres Inhil memandang sangat perlu diperoleh keterangan mengenai apa yang terjadi dan mendengar penjelasan dari unsur pemerintahan desa setempat.

“Isu Kelompok minoritas merupakan hal yang dipandang sensitif bagi stabilitas keamanan dan ketertiban. Hal itu menjadi perhatian yang sungguh-sungguh bagi aparat keamanan. Dan ini merupakan tugas dan tanggungjawab Polri yang diamanatkan negara. Kita tidak ingin kelompok minoritas yang diduga menyimpang oleh anggota masyarakat lain, kemudian menjadi benih konflik yang meluas di masyarakat. Apalagi sudah tersebar di media massa dan media sosial. Reaksi yang kita pantau juga beragam,” ujarnya.

Setelah mendengar penjelasan dari Kades Tekulai Hilir, sebagai tindak lanjut Kasat Intel akan mengutus anggotanya untuk lebih mendalami kondisi sebagaimana yang diberitakan beberapa media.

Langkah berikut yang dilakukan Suriadi adalah mendatangi Kemenag Inhil dan menemui Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Inhil.

Suriadi yang secara bersamaan Riauposting.com menemui  Ketua MUI Inhil, HM Tayib Ali dikediamannya Jalan Tanjung Sari Tembilahan, Rabu (24/8/2016), pada awalnya merasa terkejut mendapat informasi mengenai adanya isu ajaran yang di duga sesat di Desa Tekulai Hilir.

“Saya kemarin (Selasa, 23/8/2016), sekitar pukul satu siang mendapat telepon dari orang yang mengaku dari salah satu media di Pekanbaru. Mereka mau mengkonfirmasi informasi yang dimuat beberapa media. Karena saya belum mendapat laporan terkait isu itu, saya menyampaikan akan mempelajari dan mengidentifikasi lebih lanjut untuk menentukan langkah selajutnya,” ucapnya.

Ketua MUI Inhil bersikap arif dalam menyikapi kondisi sebagaimana yang disampaikan Kades Tekulai Hilir. HM Tayib Ali juga mengapresiasi langkah segera Kades menyambangi instansi pemerintah, terkait isu yang berkembang di masyarakat desanya.

“Langkah ‘pak wali’ patut saya apresiasi, karena begitulah seharusnya seorang pemimpin, harus segera merespon kondisi yang terjadi ditengah masyarakat,” tanggapnya.

Menurut Ketua MUI Tembilahan, isu-isu penyimpangan akidah agama adalah isu sensitif yang harus segera dilakukan upaya pencegahan agar tidak berkembang menjadi hal yang membuat kisruh di masyarakat. Tudingan seseorang kepada orang lain berbuat sesat itu juga tidak main-main. Apalagi jika tudingan itu setelah dilakukan penelitian ternyata tidak demikian. Ini tentu akan menjadi fitnah.

Ketua MUI mengharapkan agar warga tidak gampang terprovokasi oleh sebuah isu. Karena ada saluran bagi warga untuk menyampaikan apa yang disangkakan dan pasti akan ditindaklanjuti.

Kejadian ini juga diharapkan menjadi pembelajaran buat masyarakat, bahwa ada institusi negara yang berwenang menilai sebuah paham, apakah paham itu bisa dikategorikan sesat atau tidak dari segi agama. Ketua MUI berharap apabila masyarakat menemui adanya hal-hal yang diduga menyimpang untuk melaporkan ke pihak terkait, seperti Kemenag, Kepolisian dan MUI.

HM Tayib Ali menyarankan kepada Kades Tekulai Hilir, agar segera dilakukan pertemuan dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat untuk duduk bersama membahas persoalan tersebut. Disamping itu, dilakukan undangan secara resmi kepada KUA Kecamatan dan MUI wilayah kerja Kecamatan Tanah Merah agar dapat memproses dan menyelesaikan persoalan yang ada dengan segera.

“MUI sendiri tentu tidak begitu saja mengatakan sesat atau tidak sebuah paham, sebelum tim ahli MUI turun dan melakukan identifikasi dan investigasi mendalam dari apa yang disangkakan,” pungkasnya.

Searah dengan respon Ketua MUI, Ruhiat S.Ag  yang membidangi Pengembang Penyuluh Syari’ah, hisab, rukyat, produk halal dan aliran sempalan Kemenag Inhil, juga menyayangkan mudahnya seseorang menuding sesat orang lain.

“Kemenag sendiri tidak berhak memvonis sebuah paham itu sebagai ajaran sesat, karena ada otoritas yang berwenang memfatwakan. Dalam hal ini ada pada MUI,” sebutnya.

Ruhiat juga mengatakan siap memediasi selisih paham yang terjadi di Desa Tekulai Hilir.

“Adalah tugas saya untuk menciptakan ketentraman umat dalam beribadah. Kita juga tidak menginginkan selisih paham masalah agama akan membuat perpecahan dikalangan umat yang justru merugikan umat sendiri. Selisih paham semestinya bisa diluruskan, jangan keburu menjadi konflik yang sangat tidak kita inginkan,” ucapnya.

Sementara itu Kades Tekulai Hilir juga sangat menyayangkan apa yang terjadi diantara warganya. Namun demikian, dirinya pasti akan melakukan langkah terbaik bagi masyarakat desa yang dia pimpin.

“Mungkin orang yang mengekspos ke media bertujuan baik. Hanya saja, yang terlupakan barangkali adalah dampak negatif bagi imej Desa Tekulai Hilir sendiri.  Karena selisih paham dari segelintir orang, citra desa yang ingin kita tumbuhkembangkan dan kita majukan bersama, kini jadi perbincangan yang ramai. Sayangnya yang ramai itu orang yang menilai negatif. Padahal siapa saja bisa melihat kehidupan keagamaan dan sosial kemasyarakatan disini. Silahkan dinilai  dan dilihat secara objektif. Kami dengan sangat terbuka menyambut siapa saja yang ingin melihat bagaimana kehidupan didesa kami,” ujarnya.

Kesempatan terpisah, AS (pihak yang diduga penyebar paham sesat), ketika diwawancara Riauposting.com via Handphone, Rabu (25/8/2016) malam,  mengatakan dia hanya berpasrah dari apa yang ditudingkan orang.

“Yang jelas saya pribadi sedikitpun tidak ada mengajarkan orang untuk melakukan hal-hal yang menyalah (bertentangan dengan syariat agama, red). Saya pun tidak menarik orang untuk menyebarkan paham sebagaimana yang dituduhkan. Kalau ada orang yang datang ingin bertukar pikiran, tentu tak mungkin saya tolak, dan saya juga tidak tahu apa yang membuat orang tergerak ingin mengetahui ilmu agama yang saya pelajari,” jelasnya.

Tanggapan AS jika apa yang ditudingkan kepada dirinya di investigasi MUI, dia merasa justru itu lebih baik, agar persoalan cepat selesai.

“Saya justru mengharapkan agar ‘bapak-bapak’ dari MUI segera memproses apa yang ditudingkan kepada saya, biar semuanya terang benderang, sehingga masyarakat tahu apa benar saya menyebarkan paham sesat sebagaimana yang dituduhkan ke saya,” tutupnya.

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas