Indragiri Hilir

Perdana, Ribuan Warga Tiga Desa di Inhil Bergabung dalam Puncak Acara Peringatan HUT RI ke-71

puncak 17an Tkl
Dari Kiri : M.Syukur (Kades Tekulai Hulu), H. Nurdin Said (Kades Tekulai Bugis), Suriadi, SP (Kades Tekulai Hilir), Serda Abd. Rahman (Babinsa) dan perwakilan Anggota DPRD Inhil dapil Tekulai Hilir. Foto : Anjar/Riauposting.com

TEMBILAHAN – Ada yang beda dengan puncak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia  (RI) di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau tahun ini. Tiga desa yang ada di wilayah kecamatan Tanah Merah, yaitu Desa Tekulai Hilir, Desa Tekulai Hulu dan Desa Tekulai Bugis bergabung menyelenggarakan puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-71.

Desa Tekulai Hilir didapuk menjadi tuan rumah puncak acara peringatan HUT RI pada Sabtu (27/8/2016) malam. Rusdi, akrab disapa dengan panggilan Tulus selaku ketua panita menyampaikan, panitia turut mengundang unsur dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompida)  Kecamatan Tanah Merah yang terdiri dari Camat, Polsek, Koramil dan anggota DPRD dapil Desa Tekulai Hilir. Namun, karena kesibukannya, Yuliargo, SP, Camat Tanah Merah berhalangan hadir.

Sekitar seribuan lebih warga dari tiga desa antusias memenuhi lapangan desa Tekulai Hilir, tempat acara diadakan. Selain pembagian hadiah perlombaan 17 Agustus, acara juga dihibur dengan orgen tunggal yang sengaja didatangkan dari Kuala Enok, ibu kota Kecamatan Tanah Merah.

Menurut Suriadi, SP, Kepala Desa (Kades) Tekulai Hilir, ini merupakan kali pertama tiga desa bergabung dalam satu acara puncak peringatan HUT RI.

“Tahun ini merupakan pertama kali tiga desa bergabung dalam acara puncak peringatan Kemerdekaan RI ke-71. Atas rembuk dengan wali desa yang lain, desa kami diminta menjadi tuan rumah perdana penyelenggaraannya. Tidak hanya event pertandingan olah raga dan kegiatan lain, tapi ada moment berbeda, dimana kita memberi piagam penghargaan kepada Paskibra dari SMPN 2 Tekulai Hilir,” ujarnya.

Menurut ‘pak wali’, puncak peringatan HUT RI nanti menjadi kegiatan bergilir, dimana setiap desa akan bergantian menjadi tuan rumah sebagai penyelenggara.

Diantara kemeriahan acara, ada bagian acara yang patut di apresiasi. Bagian acara itu adalah pemberian piagam penghargaan kepada Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dari SMPN 2 TeKulai Hilir. Paskibra ini telah melaksanakan tugasnya pada upacara peringatan HUT RI ke-71 (Rabu, 17/8/2016) lalu. Penyerahan piagam kepada Paskibra juga hal yang baru pertama kali dilaksanakan.

paskibra smpn 2 tkl.1

Pemberian penghargaan kepada Paskibra SMPN 2 Tekulai Hilir oleh Suriadi, SP, Kades Tekulai Hilir. Foto : Anjar/Riauposting.com

Babinsa Desa Tekulai Hilir, Serda Abd. Rahman selaku Pembina Paskibra mengatakan, anak-anak Paskibra dipersiapkan selama 2 minggu agar bisa tampil sebaik mungkin melaksanakan tugasnya. Disamping itu melalui Paskibra, TNI selalu memupuk rasa cinta tanah air, khususnya kepada generasi muda.

“Pembetukan Paskibra di SMPN 2 Desa Tekulai Hilir tahun ini merupakan kali pertama di tingkat desa. Sebagai prajurit TNI yang ditugaskan di teritori tingkat desa, adalah tanggung jawab saya membina dan selalu menumbuhkembangkan rasa cinta tanah air, khususnya kepada generasi muda kita yang ada di desa,” tegas Babinsa.

Serda Abd. Rahman juga berharap Paskibra tingkat desa terus berlangsung setiap tahun. Disamping itu tak lupa Babinsa mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dari tiga desa yang telah dapat menjaga situsai keamanan dan ketertiban dengan sangat kondusif. Apalagi tidak terjadi hal-hal yang tidak dinginkan pada acara itu. Masyarakat dapat menikmati puncak acara secara tertib, lancar dan aman.

Desa Tekulai Bugis ditunjuk menjadi tuan rumah puncak peringatan HUT RI tahun 2017. Melihat antusiasme warga dari tiga desa, menjadi motifasi bagi H. Nurdin Said selaku Kades Tekulai Bugis. Dirinya tergerak untuk bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat tiga desa di acara tahun mendatang.

“Kami turut menyampaikan terima kasih kepada pihak Desa Tekulai Hilir karena telah sukses menjadi tuan rumah di acara perdana puncak peringatan HUT RI ke-71 yang menggabungkan tiga desa. Melihat antusiasme dan rasa suka cita warga dari tiga desa, memotifasi kami agar dapat memberikan yang terbaik bagi warga tiga desa pada acara HUT RI tahun mendatang,” ucapnya.

Menurut H. Nurdin, dirinya selaku wali desa Tekulai Bugis sudah punya rencana mengangkat kembali seni dan budaya tradisional pada kegiatan HUT RI mendatang, agar seni dan budaya tradisional tidak hilang tergerus oleh kemajuan zaman.

“Akar Budaya masyarakat itu berangkat dari desa. Kita tidak ingin jati diri desa yang kaya akan khasanah seni dan budaya, hilang dari generasi mudanya karena tergerus oleh kemajuan zaman,” pungkasnya.

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas