Indragiri Hilir

Si Jago Merah Membara Diriuhnya Malam Takbiran Tembilahan

ilustrasi kebakaran
Ilustrasi: (net)

TEMBILAHAN – Ditengah kemeriahan dan suka cita malam menyambut hari raya, peristiwa duka justru melanda dua keluarga yang tinggal di Lorong Kampung Baru III, Jalan H. Arief, parit 11 Tembilahan. Mereka harus pasrah menerima kenyataan kalau tempatnya bernaung harus musnah dilalap si jago merah. Menjelang hari raya kurban, mereka terpaksa menjadi korban kebakaran.

Kebakaran yang melanda dua rumah warga terjadi pada Minggu (11/9/2016) malam, sekitar pukul 21.00. Suasana jalanan yang macet akibat pawai kendaraan hias menjadi semakin macet akibat peristiwa kebakaran itu. Ratusan warga merengsek masuk kedalam lorong sempit untuk melihat langsung ke lokasi kejadian.

Dua unit mobil kebakaran dikerahkan. Dibantu warga setempat, pemadam kebakaran berjibaku melawan api. Petugas kebakaran pemkab Inhil terlihat kesulitan menjangkau rumah untuk memadamkan api, karena lokasi rumah berada di ujung gang dan terletak persis di “tepi laut” (sebutan tepi sungai Indragiri, red). Suasana gelap gulita karena listrik mati, ditambah ramainya orang, menyulitkan proses pemadaman. Sekitar tiga jam, akhirnya api berhasi dipadamkan.

Riauposting.com yang sedang melintas untuk menjemput istri setelah meliput acara malam takbiran, ikut melihat langsung ke lokasi kebakaran. Beberapa barang terlihat diselamatkan. Kepanikan dan tangis terlihat dari orang-orang yang diduga rumahnya terbakar. Meski tidak bisa mengabadikan tragedi kebakaran karena sedang tidak membawa alat perekam apapun, namun Riauposting.com sempat mencari tahu bagaimana peristiwa bermula.

Informasi yang coba digali dilokasi kejadian masih simpang siur. Keterangan sementara dari beberapa warga menyebutkan api berasal dari rumah seorang warga akibat kompor yang digunakan membuat kue meledak dan merembet kerumah lainnya. Sedangkan korban kebakaran saat itu tidak bisa dihubungi untuk mendapat keterangan.

“Kami belum tahu persis apa penyebab kebakaran. Entah karena listrik, kompor atau sebab lainnya,” ujar seorang warga yang tidak bersedia menyebutkan namanya saat api yang membakar rumah mulai berhasil dipadamkan.

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas