Indragiri Hilir

Selain Raih Juara II, Masjid Raudhatul Jannah Tembilahan Salurkan Daging Kurban Melebihi Target

panitia kurban mesjid raudathul jannah tbh.1
Panitia Kurban mesjid Raudhatul Jannah bersiap membagikan daging kurban. Foto : Anjar/Riauposting.com

TEMBILAHAN – Siapa sangka salah satu peserta pawai kendaraan yang sempat Riauposting.com abadikan dalam acara malam takbiran menyambut Idul Adha 1437 H, Minggu (11/9/2016) malam, berhasil meraih juara II  sebagai pelantun takbir terbaik.

Acara malam takbiran yang dihelat Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) di kota Tembilahan memang diisi dengan pawai kendaraan bermotor sebagai penyemarak acara. Sekitar seratus lebih kendaraan bermotor memadati ruas Jalan Sudirman, Tembilahan untuk berpawai keliling kota.

Selain iring-iringan kendaraan, peserta pawai juga diikuti pejalan kaki yang menggunakan atribut bernuansa islami. Kendaraan pawai akan mengumandangkan takbir dari peralatan pengeras suara yang telah dipersiapkan masing-masing peserta. Sementara pawai pejalan kaki bertakbir dengan menempuh jarak yang tidak terlalu jauh.

Peserta pawai diikuti oleh delegasi dari masing-masing kecamatan,  instansi pemerintah, para pengurus masjid, majelis ta’lim, pihak sekolah serta berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya.

Penghargaan yang diraih peserta pawai dari mesjid Raudhatul Jannah disambut syukur oleh peserta. Bagi para pengurus dan jemaah mesjid Raudhatul Jannah, penghargaan sebagai peserta terbaik II rupanya cukup membanggakan. Meski dengan tampilan kendaraan yang sederhana, tetapi rupanya panitia memberikan penilaian lebih atas kumandang takbir yang mereka lantunkan.

Mesjid Raudhatul Jannah yang berada di Jalan Kayu Jati, Parit 10 Tembilahan Hulu mengutus 7 orang dalam pawai kendaraan, yaitu H. Suryansah, M. Fauzi, H. Hadran, H. Baharudin, H. Muran, H. Syukur dan Mas Edi.

Menyampaikan kegembiraannya kepada Riauposting.com, Senin (12/9/2016) siang, H. Hadran selaku pimpinan peserta dan juga selaku ketua pengurus masjid Raudhatul Jannah merasa bersyukur pihak panitia memberikan apresiasi dengan menganugrahkan juara II kepada delegasi masjid yang dipimpinnya.

“Tentu saja kami patut bersyukur atas penghargaan yang diberikan kepada delegasi kami. Apalagi dalam pawai, semua peserta pastilah akan berusaha menampilkan yang terbaik, baik dari penampilan kendaraan maupun dalam melantunkan takbir sebagai puji-pujian kehadirat illahi, sekaligus ungkapan syukur bagi umat Islam menyambut datangnya hari raya kurban,” ucapnya.

Distribusikan daging kurban lebih banyak, meski jumlah hewan kurban sedikit

Selain meraih juara II dalam acara pawai kendaraan menyambut Idul Adha 1437 H, mesjid Raudhatul Jannah ternyata mampu membagikan daging kurban  melebihi target yang diperkirakan.

Dari empat ekor sapi kurban tahun ini, diperkirakan jumlah daging untuk  didistribusikan ke masyarakat yang membutuhkan sebanyak 375 kantung. Namun jumlah akhir yang diperoleh sebanyak 424 kantung. Artinya terdapat kelebihan sebanyak 49 kantung yang bisa dibagikan ke orang yang membutuhkan.

peng mesjid raudatul jannah tbh.1

Pengurus mesjid Raudhatul Jannah foto bersama usai pembagian daging kurban. Dari kiri: Muhran, Syaikun, Sulaiman, H. Syukur, Suriansah dan M.Fauzi. Foto : Anjar/Riauposting.com

Kepada Riauposting.com, M.Fauzi, seorang panitia kurban mengatakan jumlah hewan kurban tahun ini tak sebanyak tahun lalu. Tahun lalu ada 5 ekor sapi dan 3 ekor kambing. Sedangkan tahun ini hanya berjumlah empat ekor sapi. Namun panitia kurban tak menyangka bisa mengalokasikan jumlah daging melebihi target.

Menurut M. Fauzi yang juga selaku ketua RT 01 Jalan Kayu Jati, penurunan jumlah peserta tahun ini besar kemungkinan karena faktor ekonomi.

“Kami merasa bersyukur bisa membagikan daging kurban kepada warga dengan jumlah yang lebih banyak dari perkiraan. Ada kelebihan 49 kantung, padahal jumlah hewan kurban tidak sebanyak tahun lalu. Artinya kami bisa memberikan lebih banyak lagi kepada orang yang membutuhkan,” ujar Fauzi disela-sela pembagian daging kurban.

Mewakili pengurus masjid Raudhatul Jannah dirinya berharap agar masjid tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi dapat menjadi sarana sosial kemasyarakatan lainnya. Dan itu telah ditunjukkan dengan cukup banyaknya kegitan sosial dan keagamaan yang diadakan di masjid Raudhatul Jannah.

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas