Indragiri Hilir

Tembilahan Diselimuti Asap Lagi, Siswa Langsung Dipulangkan

Kabut asap tebal selimuti Tembilahan.
Kabut asap tebal kembali menyelimuti Kota Tembilahan ibukota Kabupaten Indragiri Hilir, Jumat (23/10/2015). Siswa pun dipulangkan lebih cepat.

TEMBILAHAN – Kabut asap tak kunjung hilang dari bumi Riau. Bahkan, kabut asap yang sempat menipis di Kabupaten Indragiri Hilir beberapa hari sebelumnya, kembali tebal pada Jumat (23/10/2015). Akibat kabut asap yang sangat tebal ini, siswa sekolah terpaksa dipulangkan begitu mereka tiba di sekolah.

Terlihat siswa dari berbagai sekolah di Negeri Seribu Parit ini memadati ruas jalan dalam kota Tembilahan karena mereka tidak belajar dan dipulangkan pihak sekolah lebih awal karena kondisi udara sangat tidak sehat dan sangat berbahaya bagi kesehatan.

Dalam pantauan Riauposting.com, tidak semua sekolah juga memulangkan siswanya. Siswa tetap belajar namun seluruh aktivitas belajar mengajar dilakukan 100 persen di dalam kelas.

Kepala SMPN 3 Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir Junianto MPd yang dihubungi Riauposting.com di ruang kerjanya mengatakan, kondisi kabut asap yang terjadi sejak beberapa waktu lalu dan hingga saat ini belum mampu diatasi pemerintah sangat merugikan dunia pendidikan. Sebab, proses belajar mengajar dan program pendidikan di sekolah tidak bisa dilakukan secara normal.

Musibah kabut asap yang melanda Riau dan beberapa provinsi di Indonesia, menurut pandangan kandidat doktor bidang Pendidikan ini, memunculkan dilema dan simalakama bagi siswa, guru dan warga sekolah lainnya.

Jika siswa tetap sekolah, kesehatan mereka akan terancam mengingat tebal dan berbahayanya kabut asap ini. Namun, jika mereka tetap di rumah dan tidak bisa belajar seperti biasa, maka secara tak langsung ilmu mereka tak bertambah dan justru terjadi pembodohan missal secara perlahan.

“Ini harus menjadi perhatian serius dari pemerintah untuk mengatasinya. Kita harapkan presiden segera mengambil tindakan tegas dan kebijakan yang jelas agar asap ini segera berakhir. Mengapa harus presiden? Sebab ini sudah menimpa beberapa provinsi di Indonesia dan cenderung bertambah banyak provinsi yang diselimuti kabut asap sehingga perlu gerakan bersama dan terorganisir untuk bisa mengatasinya,” ungkap Junianto.

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas