Internasional

Palestina Hilang dari Google Map, Netizen Dunia Ajukan Protes

Peta Palestina yang hilang

JAKARTA-Hilangnya Palestina dari peta google (Google Map) memunculkan protes. Protes bukan saja diluncurkan warga Palestina, namun umat muslim lainnya di seluruh dunia dengan membuat suatu petisi yang ditujukan kepada Google.

Protes netizen bertamabha di saata Google Maps membuat plot baru Israel di wilayah yang diklaim sebagai teritorial Palestina. Berdasarkan laporan inquisitr.com yang dilansir dari Bintang.com, Selasa (9/8/2016), masalah ini disadari publik terjadi sebulan lalu, tepatnya Senin (25/7/2016). Forum Jurnalis Palestina, menjadi salah satu organisasi paling keras memerotes.

“Ini adalah bagian dari skema Israel untuk mendapatkan wilayah legal dan menghapuskan Palestina untuk selamanya. Pergerakan ini juga didesain untuk memalsukan sejarah, serta geografi yang berkenaan dengan hak orang Palestina untuk menempati tanah airnya dan percobaan yang gagal untuk melunakkan memori orang Palestina, Arab, juga dunia,” tulis forum tersebut, seperti dimuat Business Recorder.

Protes yang dilayangkan tak sampai di situ. Di Charge.org terdapat petisi yang dialamatkan untuk Google, di mana sekitar 150.000 menuntut agar Palestina dikembalikan ke sang atlas digital.

“Penghilangan Palestina merupakan penghinaan besar bagi warganya dan mengacaukan usaha dari jutaan orang, termasuk mereka yang berkampanye untuk independensi dan kebebasan Palestina dari Israel. Ini adalah isu penting, mengingat Google Maps sekarang merupakan acuan banyak pihak, di antaranya jurnalis, pelajar, dan berbagai pihak yang melakukan penelitian akan situasi Palestina-Israel.”

Ketika ditanya soal praktisi pemetaan ini oleh Quartz, sebagaimana dimuat inquisitr.com, salah satu juru bicara Google mengatakan, perusahaan selalu mencari penyebab dari kontroversi kecil semaksimal mungkin dengan pilihan perbatasan. “Google Maps berusaha untuk menggambarkan daerah sengketa secara objektif, di mana kami punya versi lokal, kami mengikuti regulasi lokal untuk penamaan dan perbatasan,” ujarnya.

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas