Internasional

Ngeri! 92 Perempuan Diperkosa Tiap Hari di Negara Ini, Termasuk Perempuan Renta

Pemerkosaan India 780x390
Unjuk rasa warga India terhadap maraknya kasus pemerkosaan. Foto: (AP Via Kompas.com)

NEW DELHI – Berdasarkan statistik kejahatan nasional India, setiap hari ada 92 perempuan diperkosa di India.  Dan kasus yang paling banyak terjadi justru di wilayah pedesaan. Siapa menyangka, negara eksotis berjuluk ‘Negeri Anak Benua’ atau julukan lain ‘Negeri Hindustan’ punya catatan kejahatan seksual perkosaan cukup tinggi.

Mirisnya, kasus perkosaan tidak hanya dialami perempuan muda. Perempuan lanjut usia pun tercatat mengalami tindak perkosaan. Perkosaan terhadap perempuan lanjut usia yang menghebohkan dialami seorang biarawati berusia sekitar 70 tahun di Ranaghat, Benggal Barat, India Timur, Sabtu (14/3/2015).

Menanggapi aksi kejahatan perkosaan, Kementerian Pariwisata India mengeluarkan peringatan terhadap turis perempuan, yakni tidak memakai rok saat mengunjungi kota atau desa di negara itu.

Seperti dilaporkan The Guardian, Senin (29/8/2016), pihak kementerian menyediakan satu buntil (kit) petunjuk, termasuk saran-saran, tentang keselamatan, khususnya turis perempuan.

Otoritas pariwisata India merasa berkewajiban untuk memberikan peringatan dini bagi turis perempuan setelah serangkaian kekerasan terhadap kaum perempuan acap terjadii di sana.

Menteri Pariwisata India Mahesh Sharma mengatakan, perempuan asing tidak disarankan untuk mengenakan rok atau berjalan sendirian. Instansi pemerintah memberi peringatan khusus untuk perjalanan waktu malam, entah itu di kota-kota besar dan terutama lagi di kota-kota kecil yang sepi atau daerah pedesaan.

Berbicara tentang keamanan wisata di Agra, tempat Taj Mahal berada, di India utara, Sharma mengatakan, kedatangan warga asing ke India perlu dilengkapi petunjuk tentang keselamatan.

Lembaran petunjuk atau pedoman keselamatan itu diperlukan mengingat tingginya ancaman keselamatan bagi kaum perempuaan di India, apalagi turis asing.

“Sepertinya ini soal yang sepele, tapi penting. Mereka (turis perempuan) tidak harus keluar sendirian di waktu malam di tempat-tempat sepi, atau memakai rok, “ kata Sharma.

Pengunjung juga harus merekam atau memotres nomor plat kendaraan yang mereka gunakan dan dikirim kepada teman-teman di negaranya atau di mana saja berada.

“Untuk keselamatan mereka sendiri, perempuan wisatawan asing tidak harus memakai gaun pendek dan rok … budaya India berbeda dari Barat,” kata Sharma.

Sejak pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi kedokteran di New Delhi pada 2012 dan serangan susulan yang menyasar perempuan wisatawan asing setelahnya, pariwisata India anjlok tajam.

Kekerasan dan pelecehan di jalan-jalan kota dan desa, yang kadang-kadang disebut “eve-teasing”, dialami oleh setidaknya 79 persen perempuan India, demikian sebuah survei terbaru.

Wisatawan asing, terutama turis perempuan, dapat menghadapi pelecehan yang sama dan bahkan bisa lebih buruk.

Kasus terbaru terjadi pada Juli 2016 ketika seorang perempuan berwarganegara Israel diserang secara seksual oleh sekelompok laki-laki di sebuah resor di kota Manali, Himalaya. Sebelumnya, seorang wanita Jepang diculik dan diperkosa di Bihar pada tahun 2014.

Seorang turis perempuan dari Rusia juga diserang oleh pengemudi becak di New Delhi pada tahun 2015.

EDITOR : ANJAR
SUMBER : kompas.com

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas