Internasional

Jokowi Dituding Seting Isu Asap dengan Percepat Pulang dari AS

Jokowi ke Amerika dalam kondisi Indoensia dilanda Kabut asap

JAKARTA – Di tengah kabut asap sedang parahnya, Jokowi justru ngotot berangkat ke Amerika Serikat walaupun banyak pihak menentang. Tetapi, saat berada di Amerika Serikat, Jokowi justru mempersingkat kunjungannya alasan asap. Jokowi yang menurut jadwal berada di negeri Paman Sam itu hingga 30 Oktober 2015, memilih pulang Selasa hari ini waktu Amerika Serikat. Bukankah pada saat Jokowi berangkat asap sedang parahnya di Indonesia?

Berbagai spekukasi pendapat pun berendar di masyarakat menanggapi keputusan pulang cepat Jokowi ini. Jika Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mengatakan keputusan pulang cepat ini sebagai siasat Jokowi mengambil hati masyarakat yang kecewa padanya karena gagal menangani masalah asap, beberapa warga awam menilai kepulangan Jokowi lebih cepat ini karena “dicuekin” di Amerika.

Muhammad Nur, warga Rimbo Panjang Kabupaten Kampar kepada Riauposting.com mengatakan, dirinya tidak yakin jika Jokowi murni percepat pulang karena kabut asap. Tetapi karena apa yang dialaminya di Amerika di luar prediksinya saat berangkat dari tanah air.

“Lihat saja kenyataannya. Tiba di Bandara Amerika Serikat, tak disambut oleh Presiden Barrack Obama. Apalagi kalau kita lihat di media sosial, saat turun dari pesawat ada seorang cleaning service dalam kumpulan orang yang menyambut Jokowi,” tegas Muhammad Nur.

Marwan, warga Pasirpengaraian menyebutkan, dirinya curiga kepulangan Jokowi lebih awal karena kecewa hasil kunjungannya di luar apa yang ia harapkan ketika berangkat dari tanah air. Bisa saja karena kecewa tak sesuai harapan dengan kenyataan yang ia temui di Amerika Serikat. Kalaupun Jokowi menelpon Menkopolhukkam menanyakan soal kabut asap, bisa saja itu sengaja diseting untuk pencitraan,” tegas Marwan.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz menduga Presiden Joko Widodo telah merancang skenario sejak sejak awal.‎

“Kalau Pak Jokowi putuskan mempersingkat kunjungan. Bisa jadi ini sudah direncanakan sejak awal,” kata Mahfudz di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (27/10/2015) sebagaimana dilansir dari Tribunnews.com

Mahfudz juga menilai ada upaya Jokowi menyiasati kekecewaan sebagian besar masyarakat Indonesia dengan secara terbuka menghubungi Menkopolhukkam terkait penanganan kebarakan hutan dan lahan.‎

Ketika ditanyakan alasan Jokowi sejak awal tidak berangkat ke AS, Politikus PKS itu menjawabnya.

‎”Sebagaian pendapat katakan karena ini bukan state visit rasanya lebih tepat presiden tunda kunjungan sampai asap selesai, tapi sampai akhirnya presiden putuskan berangkat, ya siasatnya untuk redam sebagian publik, didesaian seakan- akan presiden mempersingkat kunjungan,‎” ujarnya.

Berbagai spekulasi pendapat wajar saja muncul, namun Presiden Jokowi lah yang sangat tahu alasan sejujurnya mengapa dia mempersingkat kunjungan di Amerika Serikat.

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana diperkirakan akan tiba di tanah air pada Kamis, (29/10/2015) menumpang Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas