Kampar

Hari Ini, 105 Desa di Kabupaten Kampar Pilkades Serentak

Jefry Noer periksa barisan pengaman Pilkades Serentak.
105 Desa di Kabupaten Kampar melaksanakan Pilkades Serentak, Rabu (11/11/2015). Terlihat Bupati Kampar Jefry Noer memeriksa pasukan pengamanan.

BANGKINANG-Hari ini, Rabu (11/11/2015), masyarakat di 105 desa dari 250 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Kampar menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak bergelombang. Penyelengaraan Pemilihan Kepala Desa serentak bergelombang di wilayah Kabupaten Kampar Tahun 2015 mengacuUndang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Pada Pilkades 105 desa di Kabupaten Kampar tersebut, akan bertarung sebanyak 332 Calon Kades (Cakades. Tahapan pelaksanaan Pikades mulai 1 Oktober 2015 hingga berakhir hingga pelantikan 21 Desember 2015 yang dilakukan juga serentak.  Tahap pertama yang sudah dimulai 1 sampai 9 Oktober 2015 merupakan pembentukan panitia pemilihan. Pada 23 Oktober 2015 dilaksanakan pengumuman pendaftaran balon kades. 

Pada 26 Oktober sampai 1 November 2015 dilaksanakan penelitian kelengkapan persyaratan ADM, dilanjut klarifikasi serta pengumumam calon kades.  Pada 27 sampai 29 Oktober 2015 akan dilakukan pengumuman daftar pemilihan tambahan. Pada 2 sampai 4 November merupakan hari kampanye. Pada  5 sampai 10 merupakan hari tenang. Akhirnya tepat pada 11 November merupakan puncak pilkades yaitu pemilihan serentak dan penghitungan suara.

Bupati Jefry Noer memimpin apel gelar pasukan pengamanan Pilkad

Bupati Kampar H Jefry Noer saat memimpin apel Gelar Pasukan Pengamanan Pilkades serentak dan bergelombang Kabupaten Kampar Tahun 2015 di halaman Markas Polisi Resort Kampar. Senin (9/10/2015)

Sebanyak 105 desa yang pilkades serentak tersebut antara lain, Kecamatan Bangkinang Kota yaitu Desa Ridan Permai dan Desa Kumantan. Kecamatan Bangkinang Desa Laboy Jaya, Suka Mulya, Bukit Kemuning, dan Desa Muara Uwai. Kecamatan Siak Hulu antara lain Desa Baru, Teratak Buluh, Buluh Nipis, Tanjung Balam, Kepau Jaya, dan Desa Lubuk Siam. Kecamatan XIII Koto Kampar diantaranya Desa Ranah Sungkai, Subuk Agung, Binamang, Balung, Koto Tuo, Koto Mesjid, dan Desa Pongkai Istoqomah.

Kecamatan Koto Kampar Hulu diantaranya Desa Tanjung dan Dea Pongkai. Kecamatan Salo antara lain Desa Salo, Sipungguk, Siabu, dan Desa Ganting Damai. Kecamatan Rumbio Jaya Desa Alam Panjang, Tambusai, Bukit Kratai. Kecamatan Perhentian Raja antara lain Desa Pantai Raja, Hangtuah, Kampung Pinang, dan Sialang Kubang. Kecamatan Kampar diantaranya Desa Penyasawan, Ranah Baru, Pulau Jambu, Tanjung Rambutan, Padang Mutung, dan Desa Tanjung Berulak.

Kemudian Kecamatan Kampar Kiri Hilir diantaranya Desa Rantau Kasih  dan Desa Bangun Sari. Kecamatan Kampar Kiri antara lain Desa Teluk Paman Timur, Teluk Paman, Sungai Rambai, IV Koto Setingkai, dan Desa Sei Geringging.  Kecamatan Kampar Kiri Hulu yaitu Desa Tanjung Belit, Tanjung Beringin, Terusan, Deras Tajak, Sungai Santi, Subayang Jaya, Tanjung Permai, Koto Lama, dan Desa Tanjung Belit Selatan.

Di Kecamatan Kampar Timur yaitu Desa Deli Makmur, Sungai Putih, Kampar, dan Desa Sawah Baru. Kecamatan Kampar Kiri Tengah antara lain Desa Bina Baru, Karya Bakti, Koto Damai, Lubuk Sakai, Mayang Pongkai, dan Desa Mekar Jaya.  Kecamatan  Kampar Utara diantaranya Desa Muara Uwai, Kampung Pinang, dan Desa Sungai Jalau. Di Kecamatan Gunung Sahilan yaitu di Desa Subarak.

Pilkades di Kecamatan Tambang antara lain dilaksanakan di Desa Kualu, Tarai Bangun, Aur Sati, Balam Jaya, Padang Luas, Terantang, Teluk Kenidai, Pulau Permai, Tambang, Kuapan. Di Kecamatan Kuok diantaranya Desa Empat Balai, Lereng, Pulau Terap, Batu Langkah Kecil. Di KecamatanTapung Desa Pantai Cermin, Mukti Sari, Sumber Makmur, Kenantan, Bencah Kelubi, Sei Lembu Makmur, Pagaruyung, Indra Puri, Sibuak.

Di Kecamatan Tapung Hilir diantaranya Desa Kota Bangun, Tandan Sari, Kijang Makmur, Cinta Damai, Gerbang Sari, Koto Garo, Tebing Lestari, Seikijang. Di Kecamatan Tapung Hulu yaitu Desa Sinama Nenek, Suka Ramai, Sumber Sari, Kusau Makmur dan Desa Bukit Kemuning.

Sekda Kabupaten Kampar H Zulfan Hamid saat memberikan arahan

Sekda Kabupaten Kampar H Zulfan Hamid memberikan arahan pada acara sosialisasi Pilkades serentak Kabupaten Kampar di aula Kantor Bupati.17 September 2015 lalu.

Siap Menang Siap Kalah

Bupati Kampar H Jefry Noer memimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak dan bergelombang Kabupaten Kampar Tahun 2015 di halaman Markas Polisi Resort Kampar (10/11/2015) yang dihadiri Ketua DPRD Kampar H Ahmad Fikri S,Ag, Kapolres AKBP Ery Apriyono SIk, Dan Dim 0313/KPR Letkol Kav. Yudi Prasetio, serta seluruh camat dan SKPD terkait.

Dalam sambutannya, Jefry Noer mengatakan agar pilkades berjalan dengan baik dan lancar para calon kades sangat perlu membuat perjanjian siap menang, siap kalah yang nantinya akan di arahkan oleh para camat.

“Perlu peran serta para camat untuk membuat perjanjian siap menang, siap kalah bagi para calon kades yang disaksikan oleh seluruh yang terkait seperti kapolsek, Dan Ramil, Sat-PP, ninik mamak serta yang terkait sehingga Pilkades Kabupaten dapat berjalan lancar dan aman,”ujar Bupati Kampar

Bupati mengingatkan masyarakat agar jangan mau di iming-iming dengan uang karena dampaknya akan berpengaruh dengan pembangunan desa itu sendiri.

”Jika masyarakat menerima uang tersebut silahkan saja tetapi perlu saya ingatkan jangan dipilih yang memberikan uang, jadi uang nya diambil orangnya jangan dipilih karena ini akan berdampak pada pembangunan desa”.tegas Jefry

Jefry juga menjelaskan tujuan Pilkades serentak itu pada dasarnya untuk mewujudkan pembangunan desa yang merata karena Anggaran Dana Desa (ADD) dari pusat cukup besar jadi tahap berikutnya, setelah pemilihan dan dilantik yang harus di laksanakan adalah pemahaman tentang aturan-aturan hukum tentang ADD yang nantinya akan bekerjasama dengan Polres, Kejaksaan, sedangkan Kodim nantinya bisa memberikan tentang pemahaman bela negara sebab bela negara tersebut juga termasuk anti korupsi.

Kepada Camat, Bupati Kampar menghimbau untuk dapat memberikan pemahaman bagi masyarakat desa akan pentingnya ikut serta dalam mensukseskan Pilkades ini dan tidak menyiak-nyiakan hak pilih karena satu suara sangat berarti untuk masa depan desa.

Laksanakan Secara Damai

Pada kesempatan terpisah, sebelumnya, Bupati Kampar H Jefry Noer juga mengimbau seluruh calon Kepala Desa (Cakades) Se-Kabupaten Kampar untuk mendukung terwujudnya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara damai. Dalam berkampanye, para Cakades jangan saling menjelekkan satu sama lain, dan jangan melakukan money politik.

“Saya minta kepada para cakades, kalau kampanye jangan saling menjelekkan. Lampu lawan biarkan terang, tetapi lampu kita lebih terang lagi. Supaya siapapun yang menang nanti, desanya akan terang benderang,’’ungkap Bupati.

Bupati juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mendukung terwujudnya Pilkades yang damai. Jangan mudah terhasut, jangan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang merusak kebersamaan di tengah-tengah masyarakat.

“Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Kampar merupakan masyarakat yang demokratis,’’ ajak Jefry.

Dasar Pilkades Serentak

Pada  rapat yang digelar di Aula Kantor Bupati Kampar belum lama ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar H Zulfan Hamid mewakili Bupati Kampar mengatakan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa serentak bergelombang di wilyah Kabupaten Kampar Tahun 2015 mengacu kepada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Sekda Kabupaten Kampar H Zulfan Hamid

Peserta sosialisasi Pilkades Serentak Kabupaten Kampar serius mendengarkan pengarahan Sekda Kabupaten Kampar H Zulfan Hamid saat memberikan arahan pada acara sosialisasi Pilkades serentak Kabupaten Kampar di aula kantor Bupati, belum lama ini.

Zulfan juga menyebutkan tentang peraturan Bupati Kampar tentang pemberian bantuan biaya pemilihan kepala desa serentak Kabupaten Kampar bahwa tidak dibenar bagi calon kepala memberikan bantuan apapun karena sudah dianggarkan melalui APBD-P tahun 2015. Calon kepala desa tidak boleh memberikan bantuan apapun terhadap penyelenggaraan Pilkades ini jika hal tersebut terjadi maka bisa dilakukan sangsi hukum tentang korupsi.

Zulfan juga menjelaskan bahwa penyelenggaran pilkades ini juga mengurut kepada Undang-undang Nomor 12 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten Dalam Lingkungan Daerah Provinsi Sumatera Tengah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 25), Undang – Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang – Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82), Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 224, Tambahan Lembaran Negata Republik Indonesia Nomor 5587), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 246, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5590), Undang – Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran  Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7), Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Pelaksaan Undang – Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 123), Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 tahun 2014 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 32), Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor  112 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Desa, Peraturan Daerah Kabupaten Kampar Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Desa.

Sebelumnya, Asiten Pemerintah Setda Kampar Ahmad Yuzar melaporkan bahwa tujuan utama kegiatan sosialisasi peraturan daerah tentang pemilihan kepala desa serentak dan peraturan Bupati Kampar tentang pedoman pemberian bantuan biaya pemilihan kepala desa serentak Kabupaten Kampar tahun 2015 di aula kantor Bupati Kampar adalah menjalankan undang-undang no 6 tentang desa dimana disebutkan bahwa desa yang berada di Kabupaten/kota dapat melaksanakan Pilkades serentak selama enam tahun sejak UU ini ditetapkan sebanyak 3 kali.

Hal ini tidak seperti biasanya, jika UU no 32 kita tidak bisa melakukan pemilihan secara serentak dan pada UU no 6 kita sudah bisa melakukan secara serentak kemudian kalau pada UU no 32 kepala desa hanya bisa menjabat 2 kali dengan masa 2 kali pemilihan maka pada UU No.6 bisa 3 kali .

Kemudian untuk menindak lanjuti UU no 6 tentang pemilihan kepala desa tersebut Pemerintah Kabupaten Kampat bersama DPRD Kabupaten telah membuat tentang peraturan daerah tentang proses pemilihan kepala desa dan selanjut untuk merinci dan mempercepat program-program peraturan Daerah tersebut, Pemerintah Kabupaten Kampar juga telah menyusun dan membuat dalam bentuk peraturan Bupati Kampar tentang pedoman pemberian bantuan biaya pemilihan kepala desa serentak Kabupaten Kampar tahun 2015.(adv)

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas