Kampar

IBI Bina Kader Peduli KB

Ketua IBI Kabupaten Kampar Susilawati

TAMBANG – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) melaksanakan Pembinaan Kelompok Kader Peduli Keluarga Berencana (KB-) untuk memberikan bekal ilmu pengetahuan untuk menyukseskan program nasional Keluarga Berencana di Aula Kantor Camat Tambang, Rabu (13/1/2016).

Sebagaimana rilis yang diterima riauposting. com, Ketua IBI Kabupaten Kampar, Susilawati Iskandar SKM MPh mengatakan, alasan mengapa IBI melakukan pembinaan perdana di Kecamatan Tambang ini karena tingkat peserta KB, Pasangan Usia Subur (PUS) tinggi dan kelahiran juga tinggi.

“Melalui IBI bekerjasama dengan Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Kampar melaksanakan pembinaan KB untuk menyukseskan program pilar ke empat Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar yakni Peningkatan Pelayanan Kesehatan,” ungkapnya.

Dikatakannya, IBI menilai pentingnya pengetahuan dalam diri kader, sebab banyak asumsi yang salah terhadap penggunaan alat KB, maka sebagai seorang bidan, atau kader harus memiliki ilmu pengetahuan tentang KB supaya masyarakat utamanya PUS lebih yakin, nyaman dan aman dapat mengatur jarak kehamilan sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan di dalam keluarga sebagaimana terpogram pada zero kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh.

“Mengentaskan kemiskinan melalui KB, yakni mengatur jarak kelahiran, bukan larangan melahirkan atau punya anak, sebab prinsipnya dengan jarak kelahiran yang teratur maka memberi kesempatan ibu dan anak mendapatkan kesehatan yang lebih baik.

Selain itu juga memberi kemampuan bagi PUS meningkatkan kesejahteraan dalam keluarga, “Bagaimana bisa dapat hidup sejahtera kalau jumlah anak banyak dengan jarak kelahiran terlalu dekat dan penghasilan tidak bertambah-tambah”.

Di antara ilmu pengetahuan disampaikan Ketua IBI yang harus dimiliki oleh para kader tentang resiko kehamilan tinggi pada usia diatas 35 tahun, pemakaian alat KB yang cocok dalam penundaan kehamilan disarankan memakai pil KB.

Kemudian, pemberian materi tentang mengapa jarak kelahiran yang lebih panjang yang lebih baik, Disisi lain, KB steril hanya diperuntukan bagi perempuan yang ingin benar-benar mengakhiri kehamilan. Pil dianjurkan untuk PUS yang mengatur jarak kehamilan Suntik mengandung hormon tinggi.

Susilawati menjelaskan dengan rinci setiap pertanyaan yang disampaikan lebih kurang 50 bidan dengan 400 kader yang menghadiri acara itu.

Sementara itu, Sekretaris Camat, Zulkifli mewakili Camat Tambang, menyampaikan bahwa pembinaan KB merupakan bentuk upaya mensejahterakan masyarakat melalui pengaturan kehamilan. Dalam acara itu, hadir kader Posyandu sekecamatan Tambang, dan pengurus PKK tingkat kecamatan dan desa.

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas