Headline Rohul

Tidak Terima Vonis Bebas Kasus Cabul Oleh Pengadilan, Belasan Mahasiswa Rohul Demo

Aksi Demontrasi Aliansi Mahasiswa Rokan Hulu di kantor PN Pasirpengaraian
Aksi Demontrasi Aliansi Mahasiswa Rokan Hulu di kantor PN Pasirpengaraian

Aksi Demontrasi Aliansi Mahasiswa Rokan Hulu di kantor PN Pasirpengaraian

PASIRPENGARAIAN – Belasan Massa dari Aliansi Mahasiswa Rokan Hulu (AMR) melakukan aksi demontrasi di kantor Pengadilan Negeri (PN) Pasirpengaraian, Jumat (7/7/2017) sore terkait adanya Dua kasus Cabul anak dibawah umur yang di Vonis bebas oleh hakim.

Dalam melakukan aksinya, Mahasiswa membawa poster yang berisikan tuntutan mereka terkait Vonis bebas yang dikeluaran oleh Hakim di Pengadilan Negeri Pasirpengaraian yang dinilai melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak.

Dengan pengawalan ketat pihak kepolisian dan Satpol PP Rokan Hulu, aksi mahasiswa itu disambut langsung oleh Ketua PN Pasirpengaraian Sarudi SH bersama pengawai PN Pasirpengaraian lainnya.

Dalam orasinya, Mahasiswa menilai vonis bebas terhadap dua terdakwa oleh Majelis Hakim PN Pasirpengaraian akan berdampak buruk ke depan, sebab bakal banyak anak-anak perempuan di Rohul, masih berusia bawah umur jadi korban pelecehan seksual.‎

“ Kalau terdakwa pencabulan semua divonis‎ bebas, akan jadi apa Rokan Hulu ini nanti,” sampai Koordinator Lapangan, Irwansyah ketika melakukan orasi di depan kantor PN Pasirpengaraian.

Selanjutnya, Mahasiswa tetap bersikeras ingin berjumpa langsung dengan Ketua Majelis Hakim yang memvonis bebas dua terdakwa perkara pencabulan yang diketahui bernama Irpan Lubis. Karena Ketua Majelis Hakim sedang cuti kerja, mereka hanya diterima Ketua PN Pasir Pengaraian Sarudi.‎

Menanggapi aksi damai Aliansi Mahasiswa Rokan Hulu, Ketua PN Pasirpengaraian Sarudi mengatakan‎ Pengadilan diadakan oleh negara untuk semua warga negara.‎ Sarudi mengatakan semua perkara yang ditangani ada dakwaan. Jika ada unsur kesalahan tentu akan dihukum dan sebaliknya jika tidak terbukti bersalah akan dibebaskan.‎

Sarudi mengakui meski dua terdakwa divonis bebas, namun pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Rohul punya hak mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). ‎” ‎Menyangkut perkara ini prosesnya masih kasasi, belum lagi inkrach. Nanti Mahkamah Agung yang memutuskan bersalah atau tidak,” papar Sarudi kepada masa aksi.‎

Sarudi menegaskan bila oknum hakim yang menyidangkan bisa dibuktikan bersalah, dirinya yang akan menjatuhkan sanksi ke anggotanya.‎ Dia juga mengatakan bila mahasiswa punya bukti ada oknum hakim bersalah bisa melaporkan Komisi Yudisial atau Badan Pengawas MA.

Hasil mediasi dengan Ketua PN Pasirpengaraian, mahasiswa rencanakan Senin depan (10/7/2017) akan bertemu langsung dengan Irpan Lubis, majelis hakim yang memvonis bebas dua terdakwa pencabulan.

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas