Nasional

Kurun Dua Tahun Ribuan PNS Dikenakan Sanksi Pelanggaran Disiplin, Ratusan Diberhentikan

pns santai di mal saat jam kerja.1.scape
ilustrasi: (net)

JAKARTA – Pegawai Negeri Sipil (PNS) / Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di bagian perizinan sering dianggap bekerja di “lahan basah”. Dugaan itu tentu saja dilatarbelakangi anggapan bahwa bagian perizinan terkait dengan biaya dan memegang peran penting dalam legalitas suatu kegiatan.

Ada banyak jenis perizinan, misalnya Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin Usaha, Izin Gangguan (HO), Izin Lingkungan, Izin Laik Jalan bagi kendaraan transportasi umum dan lain-lain. Sementara bagi pemilik usaha, atau yang membutuhkan izin, kadangkala ingin izin yang diperlukannya bisa segera diterbitkan instansi terkait. Kondisi ini yang acapkali disalahgunakan oleh oknum PNS/ASN untuk meraup uang dengan dalih proses perizinan.

Menyitat menpan.go.id, situs resmi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB ), terkait larangan penyalahgunaan perizinan, Menteri PANRB Asman Abnur kembali menegaskan agar PNS tidak main-main dengan perizinan.

Penegasan Menteri PANRB harus dimaknai sebagai peringatan keras bagi aparatur negara, khususnya PNS. Kalau masih tetap bermain-main, pemerintah tidak akan kompromi, dan sanksi tegas menanti, mulai dari hukuman disiplin ringan, sedang hingga berat.

Selain menyentil PNS dibidang perizinan yang akhir-akhir ini menjadi sorotan karena ada yang kedapatan tertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) melakukan pungutan liar (pungli),  disiplin PNS juga menjadi penegasan menteri PANRB.

Ribuan PNS kena sanksi pelanggaran displin, ratusan diberhentikan tidak dengan hormat

Sepertinya masih belum banyak masyarakat mengetahui apa yang disampaikan Menteri bukanlah ancaman kosong, karena dalam dua tahun terakhir, 2014 dan 2015 saja, pemerintah sudah menjatuhkan sanksi kepada 3.685 PNS yang melakukan pelanggaran disiplin. Dari jumlah itu 807 diantaranya diberhentikan sebagai PNS, 289 diantaranya diberhentikan tidak dengan hormat.

Mengutip data dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian PANRB Herman Suryatman mengungkapkan, tahun 2014 tercatat ada 2.373 PNS yang dikenai sanksi disiplin, dan tahun 2015 turun menjadi 1.312 orang.

Dijelaskan, sanksi disiplin PNS diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 53/2010 tentang Disiplin PNS. Dalam PP tersebut, sanksi dikelompokkan menjadi tiga, yakni sanksi disiplin ringan, sanksi disiplin sedang dan sanksi disiplin berat.

Untuk sanksi disiplin berat terdiri dari lima jenis, yakni pembebasan dari jabatan, pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri, pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS, pemindahan dalam rangka penurunan jabatan satu tingkat, serta penurunan pangkat satu tingkat selama 3 tahun.

“Tercatat ada seribu sembilan ratus tujuh puluh tiga orang PNS dikenai sanksi disiplin berat. Terbanyak diturunkan pangkatnya, dengan jumlah delapan ratus sembilan puluh dua orang PNS,” imbuh Herman.

Sementara sanksi disiplin sedang terdiri dari penundaan kenaikan gaji berkala, dan penundan kenaikan pangkat. Sementara sanksi ringan terdiri dari teguran lisan, teguran tertulis hingga pernyataan tidak puas secara tertulis.

Sebelumnya, Menteri PANRB Asman Abnur minta Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak mempermainkan masyarakat terutama dalam hal pemberian layanan. Masyarakat menilai pelayanan  perizinan sering “diotak-atik” sehingga harus melalui birokrasi yang rumit dan membayar sejumlah uang yang tidak tercantum dalam standar pelayanan.

Menteri Asman juga meminta masyarakat untuk berpartisipasi aktif melakukan kontrol. Disampaikan, bahwa masyarakat bisa kapan saja dan dimana saja menyampaikan laporan secara cepat, antara lain melalui kanal LAPOR! (lapor.go.id), SMS ke 1708, atau melalui media sosial Twitter @LAPOR1708, atau melalui e-mail [email protected]

“Pemerintah sudah memiliki Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) melalui aplikasi LAPOR!. Silahkan dimanfaatkan,” pungkasnya.

Editor : Anjar

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas