Nasional

Berencana Bangun LP di Pulau-pulau Terluar, Pemerintah Harap Bikin Takut Pelaku Kriminal

ilistrasi penjara pulau-alcatraz-san-francisco-california.1
ilustrasi: (net)

JAKARTA – Bercampurnya terpidana narkoba, teroris dan tindak pidana lain dengan kondisi Lembaga Pemasyarakatan (LP) saat ini dikhawatirkan jadi ajang pertukaran keahlian para pelaku kriminal. Untuk itu Pemerintah berencana membangun LP yang berada di pulau-pulau terluar Indonesia.

Rencana ini merupakan salah satu bagian dalam Paket Kebijakan Reformasi Hukum.  Menko Polhukam, Wiranto menjelaskan, rencana tersebut ingin diwujudkan setelah mengetahui banyak Lapas besar telah kelebihan kapasitas. Sehingga banyak menimbulkan efek samping.

“Para pelaku narkoba, teroris tindak pidana yang lain kalau dicampur sama dengan mengadakan pelatihan di lapas, melengkapi keahlian mereka,” kata Wiranto di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (21/10/2016).

Menurut Wiranto, pemerintah saat ini terus melihat sejumlah pulau memenuhi kriteria. Di antaranya pulau memiliki sarana dibutuhkan khususnya sarana keamanan.

“Nantinya Lapas ini kita taruh aparat keamanan kita sekaligus menjaga perbatasan kita supaya perbatasan kita tidak telanjang dan ada penunggunya,” ujarnya.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly menambahkan terus mengevaluasi mana saja pulau terluar yang dapat dibangun Lapas dengan kapasitas besar. Saat ini, kata dia, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah Pemerintah Daerah (Pemda).

“Sudah saya perintahkan Dirjen (KemenkumHAM) dan Sesdirjen untuk mengevaluasi lapas mana yang bisa kita geser,” ujarnya.

Yasonna mengakui pembangunan Lapas di pulau terluar membutuhkan kajian yang cukup lama. Sebab, banyak hal yang harus dicermati, seperti cara merelokasi terpidana dari Lapas besar di Indonesia yang sudah kelebihan kapasitas ke Lapas, serta pembangunan tak hanya sekedar membangun Lapas, namun diperlukan pula membangun sejumlah fasilitas yang berguna bagi para penjaga lapas maupun untuk terpidana.

“Misalnya tempat olahraga, tenis, supaya petugas jangan bosan. Nah kalau ada TNI mungkin di situ tempat latihan, seperti misalnya di Nusakambangan di situ ada latihan Kopassus. Jadi takut lah dia (napi) lari. Karena bisa ditembak dia,” ujarnya.

Politikus PDI Perjuangan ini meyakini nantinya Lapas yang dibangun di Pulau-Pulau terluar tersebut akan membuat ‘takut’ para terpidana untuk mengulangi perbuatannya. Dia mengakui lapas nantinya akan dibuat seperti keadaan Lapas Nusakambangan seperti dulu yang ditakuti oleh para pelaku kejahatan.

“Ya karena dibilang orang Nusakambangan enggak menakutkan lagi,” terangnya. (Mdk)

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas