Nasional

Kabut Asap Kejar Jokowi ke Jakarta, Jokowi “Ngungsi” ke Amerika

Jokowi ke Amerika dalam kondisi Indoensia dilanda Kabut asap
Presiden Jokowi berangkat ke Amerika Serikat bertemu Obama meninggalkan puluhan juta rakyatnya yang saat ini tengah terpapar kabut asap.

JAKARTA – Langit Jakarta sudah mulai berkabut karena ditutup asap dari Sumatera dan Kalimantan, Sabtu (24/10/2015). Dalam kondisi ini, Presiden Jokowi bukannya mengambil tindakan lebih nyata, justru “mengungsi” ke Amerika Serikat dan telah berangkat Sabtu (24/10/2015) dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur pukul 17.45 WIB. Jokowi dikabarkan akan berada di Amerika Serikat hingga tanggal 30 Oktober 2015.

Berangkat ke Amerika Serikat, Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana. Selama di Negeru Paman Sam ini, Jokowi dijadwalkan bertemu Presiden AS Barack Obama, dan para pelaku bisnis Amerika Serikat..

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho yang dilansir dari viva.co.id membenarkan bahwa kabut asap yang berasal dari Sumatera dan Kalimantan sudah sampai di Ibu kota Jakarta.

Jakarta sepanjang hari tertutup kabut asap seperti hazy. Asap tipis Sumatera dan Kalimantan telah mengimbas Ibu Kota,” tulis Sutopo di Twitter miliknya.

Keberangkatan Jokowi ke AS mendapat tanggapan keras dari para netizen di dunia maya, karena Jokowi dinilai tidak peka dengan penderitaan masyarakat Indonesia. Bahkan, ada puluhan juta rakyatnya di beberapa provinsi yang saat ini terancam nyawanya akibat asap.

Bahkan, Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menganggap Jokowi tidak peka dengan kondisi dalam negeri. Untuk itu Yusril mendesak Jokowi mempertimbangkan kunjungannya ke Amerika Serikat.

“Presiden harusnya fokus menyelesaikan masalah dalam negeri, terutama bencana kebakaran hutan yang kini telah menimbulkan korban jiwa, ancaman kesehatan, dan kerusakan lingkungan yang amat parah bagi kehidupan,” kata Yusril, Jumat (23/10/2015).

Harusnya, tambah Yusril, jika tidak bisa dibatalkan Jokowi bisa terlebih dahulu menunda tencana itu. Amerika Serikat akan bisa mengerti penundaan itu mengingat Amerika Serikat sangat serius soal lingkungan.

“Dalam situasi (bencana asap, red) seperti ini, Jokowi harusnya malu berkunjung ke AS,” kritik Yusril.

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas