Nasional

Golkar Kubu Ical Tuding Menkum dan HAM Bermain Api

Simpatisan partai menghadiri kampanye terbuka Partai Golkar di GOR Ciracas, Jakarta, Selasa (18/3). Kampanye terbuka partai Golkar dihadiri Jurkamnas Akbar Tanjung, Idrus Marham beserta politisi dan kader partai Golkar. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/Spt/14 *** Local Caption ***

JAKARTA-Keputusan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly yang “menggantung” terkait dualisme di internal Partai Golkar disesalkan oleh kubu Aburizal Bakrie (Ical). Menkumham dianggap tidak paham dengan duduk persoalan yang sebenarnya.

Politikus Partai Golkar, Bambang Soesatyo menilai sejak awal saja Menkumham sudah menyalahi konstitusi sebab menerima dokumen yang diserahkan oleh kubu Agung Laksono.

“Kemenkumham seharusnya tidak merespons, apalagi menerima serta mempertimbangkan, semua dan apa pun bentuk dokumen yang diserahkan oleh sekelompok orang yang mengklaim posisinya sebagai pengurus Partai Golkar hasil Munas Ancol karena bertentangan dengan AD/ART partai,” kata pria yang biasa disapa Bamsoet itu saat dihubungi wartawan, Selasa (16/12/2014).

Bamsoet menganggap Menkumham tengah bermain api dengan ikut terlibat dalam kisruh yang terjadi di internal partai politik. Terlebih, Golkar hasil Munas Bali sudah sesuai aturan organisasi dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 yang disempurnakan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik.

“Kami menilai Menkumham bermain api karena sama artinya pemerintah melibatkan wewenang dan pengaruhnya dalam kisruh partai politik. Padahal, wajib hukumnya bagi pemerintah untuk menjaga jarak dengan parpol yang sedang diselimuti masalah internal,” tegasnya.

Sumber: Okezone.com

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas