Advertorial

Sport Sains, Cara Riau Tingkatkan Mutu Olahraga dalam PON XIX dan Masa Depan

Andi Rachman di PON XIX Jabar

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau terus berupaya meningkatkan dunia olahraga melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Usaha demi usaha terus dilakukan untuk memacu kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masing-masing cabang olahraga yang ada.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyatakan, upaya Riau untuk memajukan olahraga akan terus ada dan senantiasa meningkat. “Kita ingin olahraga ini dapat memasyarakatkan masyarakat, dan bisa menciptakan sumber daya manusia yang handal dan sehat. Kalau sudah sehat akan banyak yang dilakukan untuk hal-hal positif untuk meraih prestasi,” ujar gubernur yang akrab dengan panggilan Andi Rachman tersebut.

Andi Rachman yang ikut menghadiri pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat, Sabtu (17/9/2016) menyatakan harapannya agar setiap atlet Riau mampu mengukur prestasi, dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Selain itu ia juga berharap agar dalam masa karir di dunia olahraga, atlet Riau juga berpikir jauh ke depan dengan mengembangkan sport sains melalui pendalaman ilmu-ilmu olahraga yang mereka geluti.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman saat pembukaan salah satu ajang olahraga lokal di Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu. Ajang olahraga lokal dinilai mampu memasyarakatkan olahraga dari setiap daerah.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman saat pembukaan salah satu ajang olahraga lokal di Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu. Ajang olahraga lokal dinilai mampu memasyarakatkan olahraga dari setiap daerah.

“Dengan begitu para atlet bisa menularkan kemampuannya ke lingkungan terdekatnya, seperti keluarga dan masyarakat. Kalau atlet menguasai ilmu di cabang renang, hendaknya tularkan dan latih masyarakat. Tujuannya agar masyarakat bisa membudayakan hidup sehat,” lanjutnya.

Pemerintah Provinsi Riau saat ini telah memiliki sejumlah program untuk mendukung perkembangan dunia olahraga. Bagi atlet-atlet yang telah berjuang serta mengukur prestasi di ajang nasional maupun internasional, pemerintah daerah yang berjulukkan Bumi Lancang Kuning ini menyediakan uang pembinaan. Penghargaan itu juga berlaku untuk pelatih.

Jumat (9/9/2016) dalam rangka peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) di halaman Kantor Gubernur Riau, Andi Rachman bahkan telah menyerahkan penghargaan tersebut kepada 12 orang, di antaranya terdiri dari 2 pelatih dan 10 atlet yang sudah mencatatkan prestasi. Masing-masing memperoleh uang pembinaan sebesar Rp7,5 juta.

Andi Rachman dengan bangga menyerahkan penghargaan tersebut. Pasalnya, semua atlet dan pelatih merupakan putera-puteri asli Provinsi Riau dan bukan diambil dari daerah lain. “Kita pasti memberikan penghargaan kepada atlet berprestasi, untuk tahun ini istimewa disampaikan KONI, hampir semua atlet ini dari Riau dan binaan langsung. Kita tidak mencari dari daerah lain. SDM anak Riau semua dan hasilnya cukup menggembirakan. Lebih baik anak Riau yang terjun langsung dan tidak diimpor,” lanjut Gubri (Gubernur Riau).

Gubernur Riau mendengar jadwal pertandingan PON XIX Jabar.

Gubernur Riau mendengar jadwal pertandingan PON XIX Jabar.

Dia menambahkan, olahraga pada dasarnya sesuai dengan bagaimana kita meningkatkan dan mengejar ilmu pengetahuan melalui sport sains. “Atlet bukan hanya berprestasi saja tapi juga mendalami ilmu olahraga serta ditularkan ke lingkungan. Mereka tahu persis ilmu olahraga,” paparnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Edi Yusti menyampaikan, olahraga yang memiliki banyak fungsi seperti ajang prestasi, pendidikan hingga rekreasi terus menjadi perhatian pemerintah. Setiap tahunnya selalu diprogramkan penghargaan bagi mereka yang berprestasi di dunia olahraga.

“Kita lihat bagaimana yang diraih oleh pembinaan dan insan olahraga, pelatih dan atlet. Prestasi ditentukan oleh tekadnya yang kuat. Apalagi Riau memiliki sarana dan prasarana yang memadai di bidang olahraga,” terang Edi Yusti.

Dia menambahkan, dalam gelaran PON XIX Jawa Barat tahun 2016 ini, Riau optimis mampu maju menjadi 10 besar.

“PON Jabar setidaknya kita bisa mempertahankan prestasi sebelumnya pada  PON Riau 2012 lalu. Kalaupun tidak meningkat, setidaknya bisa 10 besar. Informasi dari KONI, 10 besar yang ditargetkan,” sebut Gubri.

Optimis dengan target tersebut, Andi Rachman justru berharap capaian yang lebih baik. Dia menilai 10 besar adalah target minimum yang harusnya bisa ditingkatkan. “Mudah-mudahan target optimis yang disampaikan KONI ini bisa tercapai,” lanjutnya.

Penggunaan bibit lokal adalah misi yang sedang ditegaskan oleh Pemerintah Provinsi Riau. Untuk memburu prestasi pada PON, Riau hanya menurunkan atlet yang memang bersumber dari anak Riau, bukan didatangkan dari daerah lain. Untuk menunjang prestasi, Andi Rachman menyatakan Pemprov Riau akan terus memberikan dukungan dalam berbagai bentuk.

“Riau tidak akan membeli atlet luar dalam menghadapi PON XIX Jabar, semua yang diturunkan wajib atlet daerah, yakni atlet berkualitas hasil pembinaan olahraga di Riau,” tegasnya.

Selain itu, dukungan dana pembinaan atlet juga telah disampaikan melalui APBD, bahkan perusahaan swasta juga akan ikut dilibatkan sebagai bapak angkat untuk masing-masing cabang olahraga.

Antusiasme Andi Rachman dalam PON XIX 2016 di Jawa Barat memang begitu besar. Gubernur Riau ini bahkan secara langsung hadir dan menonton sejumlah pertandingan. (ADV/Humas)

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas