Pekanbaru

Bakar Ban dan Tanam Pisang Muak Janji Pemko, Warga Blokir Jalan Cipta Karya

PEKANBARU-Muak dengan janji-janji dari Pemerintah Kota Pekanbaru yang tak pernah merealisasikan janjinya mengaspal Jalan Cipta Karya Ujung, akhirnya ratusan warga yang tinggal di daerah tersebut menggelar aks i turun ke jalan dan memblokir jalan tersebut, Ahad (25/1/2015).

Pemblokiran jalan dilakukan warga tidak jauh dari Rumah Potong Hewan (RPH) di ruas jalan yang kondisinya saat ini sangat parah. Dalam aksinya, selain menanami jalan tersebut dengan pohon pisang, warga juga membakar ban, sehingga kendaraan tidak berani melintas.

Ruas jalan yang rusak dan belum diaspal itu tidak begitu panjang, hanya sekitar 200 meter. Dan apabila dilihat kondisi di lapangan, pengaspalan yang dilakukan sebelumnya benar-benar tanggung hanya menyisakan ratusan meter saja hingga ke ujung Jalan Cipta Karya.

Informasi yang diperoleh dari warga sekitar, sebelumnya mereka sudah beberapa kali mengajukan tuntutan agar jalan ini segera diaspal. Namun, Pemko menjanjikan pada 2014 lalu. Sayangnya, janji itu tak terealisasi.

Parahnya lagi, warga setempat memperoleh informasi bahwa pada 2015 ini, tidak tercantum anggaran daerah untuk pengaspalan jalan tersebut.

“Kalau kami tidak salah, dalam anggaran tahun ini, tidak ada dianggarkan perbaikannya. Padahal di jalan ini sudah banyak korban kecelakaan,” ungkap Ketua RW 18 Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan Sucipto.
Menurutnya, seluruh Ketua RT dalam wilayahnya sudah beberapa kali menyampaikan usulan kepada pihak Pemko Pekanbaru, agar jalan ini mendapat perhatian Pemko. Namun, tidak ada respon hingga saat ini.

“Sebenarnya, selain kepada Pemko Pekanbaru, masyarakat dan unsur terkait juga telah menghadap Bupati Kampar Jeffry Noer. Kami minta, jika memang tidak ada solusi dari Pemko dan Kampar, mungkin bisa diselesaikan Provinsi. Kita pun bisa cari solusi lain,” tambah Sucipto.

Sementara itu, Abdul Hadi, salah seorang warga sekitar mengatakan, melihat cara Pemko Pekanbaru mengaspal jalan tersebut dengan menyisakan ruas jalan di ujung, jelas sekali Pemko Pekanbaru menganaktirikan warga di daerah ini.

“Pas mau jadi Wali Kota, rajin datang ke sini maupun tim suksesnya. Janjinya muluk-muluk. Setelah jadi, mana realisasi janjinya. Omong kosong saja,” ujar Abdul Hadi kesal.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh konfirmasi dari Wali Kota Pekanbaru.

(rpc)

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas