Pekanbaru

Buruh Dirikan Tenda Depan Pintu Masuk Kantor Wako

PEKANBARU – Ratusan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Kebersihan Kota Pekanbaru, Rabu (22/06/2016) kembali melakukan aksi demo di depan pintu gerbang masuk Kantor Wali Kota Pekanbaru. Aksi kali ini mereka terlihat lebih serius lagi. Kali ini mereka mendirikan tenda kecil untuk melindungi diri dari terik panas matahari.

Dalam aksi kali ini, para buruh juga membawa dua unit dumtruk sebagai moda transportasi dalam membawa para buruh ini. Sampai berita ini dikirimkan, pukul 12.15 WIB,  ratusan buruh ini masih tetap bertahan. Mereka menuntut pada aksi kali ini dapat memberikan hasil tentang kelangsungan hidup mereka.

M Khoir, Koordinator Aliansi Buruh Kebersihan Kota Pekanbaru yang ditemui riauposting.com di lapangan mengatakan,  dari hasil pertemuan dengan pihak Pemko pada aksi sebelumnya menjelaskan bahwa, pembayaran gaji para buruh ini akan dilaksanakan paling lambat hari Jumat kemarin. Tapi nyatanya sampai Rabu gaji yang sangat mereka harapkan itu belum juga kunjung dibayarkan.

“Itu makanya kami mengapa melakukan aksi lagi pada hari ini. Karena persoalan sekarang janjinya tidak lagi masalah memberikan pekerjaan. Kalau kerja Pemko sudah menjamin ketersediaannya, sekarang yang kami tuntut itu murni masalah gaji yang sudah dua bulan, terhitung April dan Mei belum dibayarkan. sementara anak istri kami butuh makan di rumah,” ucapnya.

Apa alasan belum bisa dibayarkan gaji mereka, menurut M Khoir itu yang belum mereka pahami. Karena pada saat ditanyakan ke Pemko, katanya sudah menyiapkan dana. Makanya sepanjang gaji itu belum dibayarkan, mereka berjanji akan terus melaksanakan aksi.

Sementara Slemet Widodo, Sekretaris  HMI Pekanbaru mengatakan, saat ini jumlah petugas kebersihan yang belum gajian itu sebanyak 490 orang lebih. Mereka semuanya sampai hari ini belum ada yang gajian. “Disini kami melihat persoalan ini terjadi karena belum adanya kesepahaman antara Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pekanbaru dengan PT MIG dalam pembayaran gaji tersebut, sehingga proses pencairan dananya tidak dapat dilaksanakan. Harapan kami ini dapat secepatnya diselesaikan,” ucapnya.

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas