Pekanbaru

PT MIG: Itu Sampah yang 610 Ton Ada di Mana?

PT MIG gugat Pemko Pekanbaru kasus pengelolaan sampah.

PEKANBARU – PT Multi Inti Guna (MIG), pihak swasta yang sebelumnya memegang kontrak pengangkutan sampah di Kota Pekanbaru baru saja melayangkan gugatan terhadap Pemerintah Kota Pekanbaru terkait pemutusan kontrak kerjasama. Selain sejumlah kekecewaan atas proses dan realisasi kontrak, manajemen PT MIG juga ingin memastikan isi feasibility study tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, khususnya mengenai produksi sampah Pekanbaru yang mencapai 610 ton.

“Itu sampah yang 610 ton ada di mana? Dari kajian dan proses selama mengangkut sampah di Pekanbaru, menurut kami jumlah produksi sampah tidak lebih dari 400 ton,” ujar General Manager PT MIG, Yudi Syafruddin usai konferensi pers di Hotel Cititel Pekanbaru, Rabu (13/7/2016) siang.

Selisih perhitungan ini, kata Yudi, telah membuat PT MIG sebagai penyedia layanan menderita sanksi dan penalti dari Pemko Pekanbaru. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya hampir pencapai Rp3 miliar.

“Kita bisa melihat sendiri, jika memang ada 610 ton dan kami (PT MIG, red) hanya mampu mengangkut 300 ton saja, berarti ada tumpukan tidak terangkut 310 ton. Bayangkan jika itu memang ada dan menumpuk selama berbulan-bulan, pasti tumpukannya sudah setinggi gunung. Buktinya, tumpukan itu juga tidak ada,” keluhnya.

Dia berharap, dari gugatan yang dilayangkan beberapa waktu lalu ke Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru no. 146/pdtG/2016/PNpbr para pihak dan juga pihak lain yang terlibat dalam kajian feasibility study tersebut bisa saling bermusyarawah dan terbuka untuk penyelesaian masalah ini. Kontrak PT MIG yang saat ini telah diputus oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Pekanbaru juga bisa ditinjau ulang.

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas