Pekanbaru

Putusan Inkrah, Empat Napi Lapas Pekanbaru Tunggu Dihadapkan ke Regu Tembak

menunggu eksekusi
ilustrasi: (via elshinta.com)

PEKANBARU – Lembaga Permasyarakatan kelas II A Pekanbaru saat ini berpenghuni 1.485 orang. Dari keseluruhan penghuni, ada empat yang menanti pelaksanaan hukuman mati. Mereka merupakan terpidana kasus perampokan yang menyebabkan korban mati dan kasus narkoba.

Informasi Riauposting.com dari Merdeka.com yang menemui Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) Pekanbaru, Frans Elias Nico diruang kerjanya, Senin (1/8/2016) menyampaikan, keempat terpidana mati sudah berkekuatan hukum tetap (inkrah) dan tinggal menunggu pelaksanaan eksekusi.

Empat napi hukuman mati tersebut yakni AP (Andi Paula) dan Candra Purnama (CP) kasus perampokan yang menyebabkan korbannya mati. Serta napi narkoba sabu seberat 46,56 kg inisial NHK (Ng Huk Kwan) alias Jimmy dan napi ganja 8 ton AI (Ar Ibrahim).

“Keempat napi itu sudah putusan inkrah hukuman mati dan tinggal menunggu jadwalnya,” ujar Nico.

Dikatakan Nico, kapasitas Lapas kelas II A Pekanbaru yang dipimpinnya hanya 771 orang. Sementara saat ini dihuni sebanyak 1.485 orang narapidana. Artinya, melebihi kapasitas sebanyak dua kali lipat.

Selain itu, dari catatan Lapas Pekanbaru, ada 73 orang narapidana korupsi dengan berbagai macam lamanya hukuman termasuk mantan Gubernur Riau Rusli Zainal dan ajudannya Said Faisal. Sedangkan napi seumur hidup, sebanyak 19 orang termasuk DW teman dari CP dan AP kasus perampokan dan pembunuhan.

“Untuk hukuman mati, dapat dilakukan perubahan pidana setelah menjalankan hukuman sepuluh tahun dan berkelakuan baik. Sedangkan untuk napi seumur hidup, perubahan pidana dapat diajukan setelah menjalankan hukuman lima tahun dan berkelakuan baik,” ucap Nico. (MDK)

EDITOR : ANJAR

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas