Advert To Riau

Prodi Magister PGMI FTK UIN Suska Riau, Satu-satunya di Sumatera

PEKANBARU– Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau memiliki program studi satu-satunya di Sumatera yakni Program Studi Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Pernyataan tersebut disampaikan Dekan FTK UIN Suska Riau DR H Mas’ud Zein MPd pada kuliah umum yang menghadirkan petinggi dari Kementerian Republik Indonesia sebagai narasumber, Sabtu (31/3/2018). Sebelumnya, pada kuliah umum FTK UIN Suska Riau yang diselenggarakan Senin (13/3/2018), FTK UIN Suska menghadirkan narasumber Staf Ahli Kemensos RI Jon Efri SE MSi Dipl Rad QIA SH.

Kuliah umum kali ini menghadirkan Direktur Pendidikan Tinggi Islam (DIKTIS) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) Prof Dr H Arskal Salim GP MA sebagai narasumber. Kuliah umum program studi magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) FTK UIN Suska Riau dengan Tema “Peningkatan Keprofesionalan Berkelanjutan Guru Madarasah Ibtidaiyah” diselenggarakan di Ball Room Lt 5 Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau.

Hadir dalam kegiatan ini Rektor UIN Suska Riau  diwakili WR I UIN Suska Riau Dr Hj Helmiati MAg,  Wakil Rektor II Dr H Akhyar MAg,  Wakil Dekan I FTK UIN Dr H Kusnadi MPd, Wakil Dekan II Dr Zaitun MAg, Kabag TU Dra Hj Syarifah MM.

Terlihat juga hadir Ketua Prodi Magister PGMI Dr Zubaidah Amir MPd, Ketua Alumni FTK UIN Suska Riau, Ketua Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Drs Zulkifli MEd, Ketua Prodi Tadris IPA Susilawati MPd, para dosen FTK UIN SUSKA Riau, Perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Riau, para guru dan kepala sekolah SD dan MI se-Pekanbaru serta mahasiswa S2 PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN SUSKA Riau.

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Suska Riau Dr H Mas’ud Zein MPd dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran Direktur Pendidikan Tinggi Islam (DIKTIS) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) Prof Dr H Arskal Salim GP MA.

Lebih lanjut Dekan juga memperkenalkan seluruh jajaran pimpinan di lingkungan FTK UIN SUSKA Riau kepada Direktur Pendidikan Tinggi Islam (DIKTIS), lalu menyampaikan bahwa Program Studi Magister PGMI ini baru memasuki semeseter II.

“Dari pendaftaran semester kemaren kita terima 51% mahasiswa dan Insya Allah semester depan akan bertambah banyak lagi. Salah satu faktor pendukung datang dari berbagai jajaran Rektor UIN di Sumatera seperti UIN Sumatera Barat dan UIN Sumatera Utara meminta untuk bergabung dengan magister PGMI FTK UIN SUSKA Riau karena Magister PGMI FTK UIN Suska Riau ini satu-satunya program studi magister yang ada di wilayah Sumatera,“ tegasnya.

Di akhir sambutannya, Mas’ud Zein mengajak seluruh peserta untuk menyimak apa yang disampaikan narasumber dan semoga FTK UIN Suska Riau khususnya Magister PGMI akan semakin maju dan sukses selalu. “Terkhusus kepada narasumber Direktur Pendidikan Tinggi Islam (DIKTIS), kami mohonkan jangan ada dusta diantara kita” sampaikan semua apa kata hati,” harap Dekan FTK UIN Suska Riau.

Direktur Pendidikan Tinggi Islam (DIKTIS) Kementerian Agama Republik Indonesia (KEMENAG RI) Prof Dr H Arskal Salim GP MA dalam materinya memaparkan bahwa dampak nyata di Fakultas Tarbiyah, UIN dan IAIN adalah Madrasah baik itu MI, MTS maupun Aliyah. Madrasah adalah input/sosis bagi SDM Fakultas ataupun UIN. Jadi kalau input madrasah itu kurang maka kita akan tahu kualitas UIN sekarang. Ini merupakan tantangan bagi pimpinan Fakultas Tarbiyah dan tenaga pendidiknya agar mampu menarik alumni-alumni madrasah yang kualitas bagus untuk bisa mendaftar di UIN dan bagaimana PGMI ini adalah sebuah prodi yang nantinya ditempatkan sebagai prodi unggulan di masyarakat. “terangnya.

Lebih lanjut Arskal Salim menyampaikan bahwa guru madrasah khususnya guru madrasah Ibtidaiyah harus mampu mencoba membangun kultur akademik, kultur mau belajar, kultur mau bersosialisasi serta kultur berinteraksi. “Seorang sarjana keguruan, baik sudah menjadi guru maupun yang melanjutkan ke jenjang S2 sangat penting memiliki kemampuan untuk melatih kesabaran, kemampuan meningkatkan daya kultural adaptasi bagi siswa, kemampuan untuk menghafal serta kemampuan mengembangkan literasi budaya dan literasi akademik. “tegasnya.

Arskal salim menambahkan “proses penyelesaian thesis pada program studi Magister PGMI ini bukanlah hal yang mudah, akan selalu banyak hambatan dan tantangannya. Untuk itu jangan cepat menyerah karena untuk mendapatkan hasil yang baru metode dalam riset diharapkan thesis-thesis yang dihasilkan di program studi S2 PGMI ini jangan sekedar penerapan-penerapan, aplikasi-aplikasi yang hanya beda kasus beda sekolah “saya kira sudah bukan waktunya, kalau bisa mengevaluasi model pembelajaran yang susah dan tunjukkan secara eksperimental bagaimana model pembelajaran suatu sekolah dikajian domestik itu harus segera direnovasi. Dengan cara begini maka thesis-thesis dari mahasiswa S2 mendapatkan apresiasi yang baik dan bisa diimplementasikan.

Diakhir pemaparannya Arskal Salim mengharapkan kepada seluruh guru berperan aktif memfilter dan menanamkan nilai-nilai, budi pekerti, etika serta para religius yang baik serta berharap dipundak FTK UIN Suska Riau dengan prodi-prodinya ini menjadi terdepan mengawal para religius dan mempertahankan Indonesia dengan nilai yang benar dan religius yang benar. “harapan Arskal Salim.

Rektor UIN SUSKA Riau yang diwakili oleh WR I Dr Hj Helmiati MAg dalam sambutannya mengucapkan ribuan terima kasih dan merupakan Rahmat yang luar biasa pada hari ini bapak Direktur Pendidikan Tinggi Islam (DIKTIS) Kementerian Agama Republik Indonesia (KEMENAG RI) Prof Dr H Arskal Salim GP MA dapat meluangkan waktunya untuk memberikan kuliah umum. “ucapnya.

Lebih lanjut Helmiati menyampaikan bahwa peluang masa depan PGMI dan PAI semakin baik, tidak hanya peluang mengajar di madrasah, juga punya peluang mengajar di sekolah karena kurikulum yang tercatum di PGSD S1 dan S2 semuanya ada di kurikulum kita, tapi ada sesuatu di kurikulum kita yang mereka tidak ada diantaranya Bahasa Arab, Aqidah Akhlak, SKI dan lainnya. Jadi ini sebagai nilai plus dan menjadi ciri khas kita yang membedakan kita dengan lembaga yang lainnya. “terang mantan Dekan FTK UIN SUSKA Riau.

Helmiati juga mengingatkan bahwa hakekat belajar di tingkat perguruan tinggi adalah lebih banyak belajar mandiri. Alhamdulillah, kita punya literatur dan referensi yang sangat memadai di perpustakaan kita berakreditasi A, kita juga punya referensi hard copy dalam bentuk E-BOOK dan Journal. Fasilitas tersebut bisa dimamfaatkan dengan baik oleh mahasiswa kita, “terangnya.

Diakhir sambutannya Helmiati mengatakan proses perkuliahan di program studi Magister PGMI tidaklah lama dua tahun selesai. Semoga proses pembelajaran ini betul-betul dapat membekali calon-calon sarjana yang dilahirkan Fakultas Tarbiyah khususnya magister PGMI sehingga dapat melahirkan guru yang professional. “harapannya.

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas