Pekanbaru

Ular Piton di “Belantara” Kota, Kembali Gegerkan Warga

ular gg aster
Piton sepanjang tiga meter berhasil ditangkap warga di gang Aster, Jalan Garuda Tangkerang Tengah, Jumat malam (4/12/15), sekitar pukul 21:00. Foto : Anjar/Riauposting.com

PEKANBARU – Habitat atau tempat hidup ular piton biasanya berada di dalam hutan hujan yang rimbun, semak belukar atau padang rumput. Namun tempat hidup ular jenis ini termasuk sangat fleksibel. Ular ini deketahui bisa hidup di dalam gorong-gorong saluran air dekat pemukiman manusia.

Ular jenis piton pada dasarnya jenis ular yang menyukai tempat hangat, namun memiliki tingkat kelembaban tinggi. Makanya tak jarang, ditengah “belantara” perkotaan, ular ini bisa dijumpai berada  di lingkungan manusia.

Peristiwa munculnya ular piton di lingkungan padat manusia terjadi pula di Jalan Garuda Tangkerang Tengah, Pekanbaru, persisnya di depan gang Aster.

Tidak seperti biasanya, jalan yang selalu ramai oleh lalu lalang kendaraan, pada Jumat malam (4/12/15), sekitar pukul 20:30 terasa sedikit lengang. Suasana sekitar yang sedang sepi, tiba-tiba dipecahkan oleh teriakan seorang perempuan tua yang berjualan di gerobak rokok dekat pojok gang Aster.

Pemicunya kerena dia terkejut dan histeris ketika melihat seekor ular piton berukuran cukup besar melintas dengan jarak yang cukup dekat dengan dirinya berjualan.

“Saya tak sengaja melihat ular itu, tentu saya terkejut dan takut, karena jaraknya tidak jauh dari tempat saya. Saya lihat ular itu masuk ke dalam got depan rumah seorang warga. Saya lalu berlari dan langsung memberi tahu pemilk rumah, “ kata Idar (61) kepada Riauposting.com.

Ratno (36), yang parit depan rumahnya ada ular, spontan mengabari warga lainnya. Tak perlu waktu lama menarik perhatian warga yang lain, hampir sekitar seratusan orang kemudian berkerumun di sekitar parit dimana ular piton itu diperkirakan bersembunyi. Beberapa orang warga dari kerumun itu kemudian berupaya menangkap piton tersebut.

Riauposting.com kebetulan turut melihat langsung proses penangkapan ular itu. Rupanya tidak mudah menangkapnya. Seorang warga yang berhasil menangkap kepala piton kesulitan mengeluarkannya dari dalam parit karena posisi ular yang terjepit di sela-sela parit.

Perlu usaha ekstra keras dengan membongkar penghalang yang terdapat di parit agar ular piton bisa dikeluarkan. Sekitar 20 menit, akhirnya ular piton berhasil ditangkap dua orang warga. Sorak-soraipun keluar setelah ular berhasil ditangkap.

Beragam komentar dan reaksipun bermunculan dari kerumunan orang. Ada yang nyelutuk agar piton itu di bunuh saja, biar tidak membahayakan manusia atau hewan peliharaan, ada yang menyarankan agar ular itu diberikan ke pihak yang mampu  memeliharanya, baik perorangan atau ke kebun binatang. Seorang warga lain merespon bahwa itu rezeki yang menangkap, terserah bagi yang menangkap, mau diapakan ularnya.

Seorang penangkap ular yang tidak sempat diketahui namanya, ketika ditanya apa jenis kelamin ular piton, mengatakan belum tahu piton itu berjenis kelamin apa. “Yang jelas ular ini kami amankan dulu, kami belum bisa putuskan nanti ular ini akan di apakan,” ujarnya sambil membawa pergi piton dengan panjang sekitar 3 meter berlalu dari kerumunan warga.

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas