Pelalawan

Bedah Rumah Warga Miskin, Cara Diskessos Pelalawan Berbagi Sejahtera

bedah rumah Pemkab Pelalawan
bedah rumah Pemkab Pelalawan

Pemkab Pelalawan kembali menyiapkan program bedah rumah untuk 155 rumah warga miskin di Kabupaten Pelalawan.

PEMERINTAH Kabupaten Pelalawan melalui berbagai program pembangunan, senantiasa menitikberatkan pada pembangunan di pedesaan dan kecamatan. Hal ini dilatarbelakangi pemikiran, bahwa kantong-kantong kemiskinan itu terbanyak ada di daerah pedesaan.

Pemerintah Kabupaten Pelalawan menyadari bahwa berbagai keterbatasan pembangunan di pedesaan masih sangat kentara.  Infrastruktur jalan, jembatan dan juga sarana pendidikan masih memerlukan perhatian serius pemerintah daerah.

Keterbatasan berbagai sarana di pedesaan berdampak nyata terhadap tingkat kehidupan masyarakat. Hingga tahun 2015 ini, Pemkab Pelalawan terus memberikan perhatian kepada masyarakat pedesaan agar mereka bisa hidup layak. Selain terus membangun, membenahi dan meningkatkan kualitas infrastruktur seperti jalan dan sarana pendidikan di pedesaan, perhatian juga memberikan perhatian terhadap pemukiman warga.

Pemkab Pelalawan menyiapkan anggaran khusus untuk membantu warga agar memiliki tempat tinggal yang lebih layak dari apa yang mereka miliki saat ini. Setidaknya, setiap rumah yang mendapatkan perhatian, puluhan juta rupiah anggaran daerah dikucurkan.

Bedah Rumah Pelalawan

Pemkab Pelalawan kembali menyiapkan program bedah rumah untuk 155 rumah warga miskin di Kabupaten Pelalawan,

Informasi yang diperoleh, sebelumnya Pemkab Pelalawan melalui Dinas Kesejahteraan Sosial (Diskessos) Kabupaten Pelalawan telah menganggarkan Rp25 juta untuk setiap rumah warga yang masuk dalam program bedah rumah. Namun tahun 2015 ini, jumlahnya meningkat menjadi Rp30 juta per unit. Pada tahun 2014 lalu, sudah direncanakan akan membedah 250 rumah warga miskin, namun terpaksa dibatalkan karena adanya surat edaran Menkeu RI tentang Bantuan Sosial.

Dalam penerapannya, pemerintah daerah tak mau gegabah. Anggaran yang disiapkan diharapkan benar-benar tepat sasaran. Sehingga berbagai proses dan prosedur harus dilalui agar warga yang mendapatkan bantuan bedah rumah ini benar-benar warga yang memerlukan bantuan.

Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial (Diskessos) Kabupaten Pelalawan yang ketika itu masih dijabat Drs H Fakhrizal MSi beberapa waktu lalu pernah mengungkapkan untuk pendataan calon penerima program bedah rumah ini, dimulai dari tingkat RT/RW kemudian dilanjutkan ke tingkat kelurahan.

Setelah itu, data calon penerima program bedah rumah yang sudah terkumpul di desa atau kelurahan diteruskan lagi ke tingkat kecamatan. Pihak kecamatan kemudian melanjutkan lagi data yang sudah masuk dari desa/kelurahan langsung ke Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Pelalawan.

Data-data yang masuk dan terkumpul di Diskessos, diverifikasi. Prosesnya tidak mudah. Petugas dari Diskessos akan turun ke titik lokasi yang ada pada data yang sudah dikirim dari tingkat paling bawah yakni RT. Pihak Diskessos memastikan data yang masuk benar-benar layak menerima bantuan program bedah rumah.

Data calon penerima yang dinyatakan lulus seleksi karena sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan, selanjutnya disempurnakan untuk proses pelaksanaan program. Dalam pelaksanaannya, Pemkab Pelalawan menerapkan sistem OMS (Organisasi Masyarakat Setempat) dan melibatkan para konsultan untuk membuatkan rancang bangun sehingga bentuk rumah yang akan dihasilkan lebih maksimal.

Untuk tahun 2015 ihi, ada 155 rumah warga miskin yang menjadi target. Setidaknya diperlukan anggaran Rp4,65 miliar jika masing-masing rumah yang akan dibedah disiapkan anggaran Rp30 juta.

‘’Program bedah rumah ini sudah kita laksanakan beberapa tahun dengan sasaran masyarakat yang benar-benar layak mendapatkan berdasarkan hasil survei, terutama bagi masyarakat yang tidak mampu di pedesaan. Tahun 2014, alokasi dana per unitnya Rp25 juta per unit dan kita anggap belum maksimal, makanya di 2015 ini ditingkatkan menjadi Rp30 juta per unit rumah yang akan dibedah,’’ ungkap Fakhrizal.

Bentuk aplikasinya di lapangan, dalam kegiatan bedah rumah ini, warga yang rumahnya dibedah, tidak akan dipungut biaya seperser pun. Semua program ini diberikan secara gratis untuk 155 rumah warga miskin yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Pelalawan.

Lebih lanjut Fakhrizal menambahkan, program bedah rumah bagi masyarakat miskin ini bersumber dari APBD Pelalawan 2015. Namun demikian, pihaknya tetap berupaya mendapatkan program rumah tidak layak huni (RTLH) yang ada di Kementerian Sosial Republik Indonesia dan dari APBD Provinsi Riau 2015.

“Program sosial bedah rumah bagi warga miskin ini merupakan bagian dari program meningkatkan taraf hidup rakyat di pedesaan. Sehingga diharapkan dengan adanya kegiatan ini, maka masyarakat di pedesaan yang tidak mampu dapat hidup lebih layak,” tambahnya.

Fakhrizal menegaskan, program bedah rumah ini merupakan salah satu konsentrasi program Bupati Pelalawan HM Harris dalam upaya mengatasi permasalahan kesejahteraan sosial masyarakat. Bupati HM Harris secara khusus mencanangkan program Pelalawan Makmur.

“Mari sama-sama kita dukung program yang dicangkan pak Bupati (HM Harris, red) untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pelalawan,” tegas Fakhrizal.

MD Rizal, Kadiskessos Kabupaten Pelalawan.

MD Rizal, Kadiskessos Kabupaten Pelalawan.

Informasi terbaru yang diperoleh, Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Pelalawan yang saat ini dijabat MD Rizal, akan memberikan perhatian serius pelaksanaan bedah rumah tersebut. Saat ini, Diskessos Kabupaten Pelalawan sedang mempersiapkan dan menggesa Peraturan Bupati dan Surat Keputusan pendamping tiap kecamatan. Dengan adanya Perbup dan SK Pendamping, makan program ini akan bisa dilaksanakan secepatnya.

“Saat ini kita tengah menyiapkan Perbup pembangunan rumah layak huni. Kemungkinan pembangunan ini akan direalisasikan di dalam anggaran APBD Perubahan tahun 2015,” jelas MD Rizal yang juga mantan Kadisdik Kabupaten Pelalawan ini.

Menurut MD Rizal, jumlah 155 unit ini, merupakan usulan di tahun 2014 yang dibatalkan oleh pemerintah pusat. Jadi untuk penerimanya kembali diajukan di tahun 2015 ini, dan hanya 155 unit yang disetujui.

“Tahun 2014 yang dibatalkan itu kita rencanakan membangun 250 unit. Setelah dibatalkan, kita kembali mengajukan dan hanya 155 unit yang disetujui, kemungkinan sisanya akan kita anggarkan tahun berikutnya,” tambah MD Rizal.

Mengenai calon penerima, menurutnya final jumlanya 155 warga miskin. Administrasi masyarakat yang akan menerima pun sudah dimulai sejak Februari lalu.

“Sedangkan untuk alokasi unit per kecamatan, dari 155 unit itu, perincian tiap kecamatan yakni Kuala Kampar 24 unit, Langgam 13 unit, Bandar Petalangan 13 unit, Pangkalan Kerinci 11 unit, Pangkalankuras 12 unit, Teluk Meranti 17 unit, Kerumutan 10 unit, Bunut 13 unit, Pangkalanlesung 12 unit, Ukui 12 unit, Bandar Seikijang 9 unit dan unit, dan Pelalawan 9 unit,” jelas MD Rizal.(rpc/adv)

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas