Pelalawan

Pangdam I/BB Padamkan Api di Lahan Gambut

Pangdam I/BB ikut memadamkan api di lahan gambut di Kabupaten Pelalawan.

PELALAWAN – Melihat kabut asap yang kiat tebal menyelimuti  Provinsi Riau membuat hati Panglima Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan (BB) Mayjen TNI Loedewyk Pusung merasa ikut terpanggil untuk turun gunung. Sabtu (26/09/2015) Pangdam) I/BB ikut padamkan api di lahan gambut.

Dalam pemadaman api di lahan gambut ia didampingi Dansatgas Karlahut Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI Nurendi M.Si (Han), Bupati Pelalawan H M Harris, Badan Penanggulangan Bencana Kebakaran Kabupaten beserta Satgas Darat yang terdiri dari pasukan gabungan Mabes TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan perwakilan dari perusahaan yang ada di kawasan Desa Rantau Baru Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan melakukan pemadaman api.

Dalam arahannya, Pangdam I/BB Mayjen TNI Loedewyk Pusung menyampaikan, jika terdapat asap di lahan gambut, harus secepatnya dipadamkan sebelum menjadi api yang lebih besar. Karena lebih baik mencegah kebakaran daripada memadam api setelah kebakaran.

Diharapkan kepada prajurit dan masyarakat di sekitarnya selalu waspada dan tetap siaga ditempat-tempat yang dinyatakan berpotensi untuk terjadinya kebakaran kembali.

”Kita tidak mau lagi selama 18 tahun kebakaran lahan di Riau hanya menyengsarakan masyarakat Riau. Lumpuhnya perekonomian, lumpuhnya transportasi, terhambatnya pendidikan serta banyaknya menimbulkan penyakit terhadap masyarakat di Bumi Lancang Kuning Provinsi Riau.” ungkapnya.

Menurutnya, jangan sampai sepanjang tahun warga Riau, khususnya masyarakat Kabupaten Pelalawan hanya menjadi pemadam kebakaran saja, dan diharapkan kepada pemerintah daerah dapat menganggarkan pembiayaan untuk pencegahan kebakaran lahan dan hutan. Ini bertujuan agar ke depan Provinsi Riau terbebas dari kebakaran lahan dan hutan serta pencemaran polusi udara.

Kualitas Udara Berbahaya

Berdasarkan data konsentrasi PM10 Setara ISPU tanggal 27 September 2015, pukul 07.00 WIB-08.00 WIB menyatakan dua kabupaten/kota di Riau kualitas udarah berbahaya. Masing-masing Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar.  Ini bisa terlihat dari jarak pandang, yang hanya berjarak lebih kurang 100 meter.

Sementara Kabupaten  Siak, Dumai, Bengkalis dan Rokan Hilir dinyatakan tidak sehat dengan tingkat ISPU melebihi dari 500 Polutan Standar Indeks (PSI).  Kondisi ini menjelaskan bahwa partikel kabut asap yang terkandung di dalam kualitas udara sangat tidak sehat bagi kesehatan manusia, tumbuh-tumbuhan dan estetikanya.

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas