Headline Rohul

Berstatus KLB DBD, Dinkes Riau Turun ke Rohul Tindak Lanjuti DBD

Rombongan Dinkes Riau foto bersama dengan pegawai Dinkes Rohul
Rombongan Dinkes Riau foto bersama dengan pegawai Dinkes Rohul

Rombongan Dinkes Riau foto bersama dengan pegawai Dinkes Rohul

PASIRPENGARAIAN – Pemerintah Provinsi Riau, melalui Dinas Kesehatan Provinsi Riau tutun ke Kabupaten Rokan Hulu, untuk memutus mata rantai wabah Demam Berdarah Dengue (DBD). Kedatangan rombongan dari Dinkes Riau ini disambut oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu.

Kasi Pengendalian, Pemberantasan, Penyakit Menular (P3M) Dinkes Riau, Yenventris didampingi Kasi Survelence dan Imunisasi, Dr Siska H, Kasi Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat Rozita kepada wartwan, Senin (13/2/2017) menjelaskan, Pemrov Riau turun ke Kabupaten Rohul yang berjulukan Negeri Seribu Suluk ini bertujuan untuk menindak lanjuti dan ingin mengetahui sejauhmana kasus KLB DBD di Rohul.

“ Kami sengaja turun ke Rohul dengan tujuan dalam rangka menindaklanjuti dan ingin tau sejauhmana kasus KLB DBD di Rohul sekarang ini,” tuturnya.

Dikatakan Yenventris, dirinya bersama rombongan membawa bantuan dari Dinkes Provinsi Riau, berupa logistik untuk pencegahan mewabahnya DBD di Kabupaten Rohul untuk dipergunakan Dinkes Rohul memberantas perkembang biakan Nyamuk Aedes Aegepty.

“ Logistik yang kita serahkan 1 Unit mesin fooging, Insektisida untuk penyemprotan dan Abate yang digunakan untuk masyarakat,” jelasnya.

Terkait laporan masuk status KLB DBD di Rohul ke Dinkes Provinsi Riau, Kasi Survelence dan Imunisasi Dr Siska H mengatakan, berdasarkan data terbaru yang masuk ke pihaknya sampai 9 Februari 2017 ada di Kecamatan Rambah Hilir dengan jumlah 45 Kasus, Kecamatan Rambah 18 Kasus dan Kecamatan Kepenuhan Hulu 14 Kasus.

“ Kita data 3 kasus yang terbanyak dulu dan di fokuskan ke Kecamatan Rambah Hilir karna terjadi peningkatan kasus DBD dari tahun sebelumnya, sehingga menjadi status KLB,” paparnya.

Sementara itu Kasi Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Provinsi Riau, Rozita mengungkapkan untuk memutus mata rantai penyebaran DBD dengan memberantas sarang nyamuk dan upaya agar nyamuk aedes Aegepty tidak berkembang dengan membuat lingkungan menjadi bersih, tidak ada air tergenang ditempat penampungan juga menerapkan 4 M plus yaitu mengubur, menguras, menutup dan memeriksa tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk.

Rozita berharap kepada masyarakat agar berperan aktif dalam pemberantasan jentik nyamuk karena walaupun sudah di fooging apabila masyarakat tidak bergerak untuk memberantaskan sarang nyamuk maka efeknya tidak bisa jangka panjang.

“ Kita usahakan masyarakat, punya kesadaran penuh untuk menjaga lingkungan agar tidak ada nyamuk berkembang biak yang menyebabkan timbulnya penyakit DBD,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, dari Desember 2016 hingga 7 Februari 2017, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rohul sudah menangani dan merawat sekitar 357 pasien penderita Demam Berdarah Dengue (DBD), baik itu bentuk masih gejala juga yang positif menderita penyakit DBD.

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas