Headline Rohul

Meski Status DBD Nihil, Puskesmas Rambah Hilir I Tetap Lakukan PSN dan Foging

Puskemas Rambah Hilir I Lakukan PSN dan Foging
Puskemas Rambah Hilir I Lakukan PSN dan Foging

Puskemas Rambah Hilir I Lakukan PSN dan Foging

RAMBAHHILIR – Meski dalam satu pekan terakhir ini Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu penderita wabah Demam Berdarah Dengua (DBD) sudah berstatus nihil, namun Puskemas Rambah Hilir I tetap melakukan Pembersihan Sarang Nyamuk dan Foging.

Berdasarkan informasi dari Kepala Puskesmas Rambah Hilir I, Abu Syopian kepada Riauposting.com, Rabu (1/3/2017) pukul 13.00 Wib menjelaskan, meski penderita DBD di Kecamatan Rambah Hilir sudah tidak ada alias nihil, namun dirinya tetap melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan foging demi kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat yang disebabkan nyamuk Aedes Aegepti.

“  Meski di kecamatan kita ini penderita DBD sudah nihil, namun kita tetap lakukan PSN dan Foging untuk mencegah DBD serta mengajak masyarakat untuk membersihkan lingkungannya agar nyamuk Aedes Aegepti tidak dapat bersarang di lingkungan masyarakat,” tutur Abu.

Kepala Puskesmas Rambah Hilir I, Abu Syopian bersama pegawainya lakukan PSN dan Foging

Kepala Puskesmas Rambah Hilir I, Abu Syopian bersama pegawainya lakukan PSN dan Foging

Lebih lanjut, Abu mengaku untuk desa-desa yang ada di Kecamatan Rambah Hilir hampir seluruh desa telah dilakukan PSN dan foging diantaranya, Desa Sejati, Serombo Indah dan Desa Rambah Hilir Tengah, sedangkan untuk Desa Rambah Hilir PSN dan Foging akan dilaksakan pada besok, Kamis (2/3/2017).

“ Alhamdulillah kita sudah aman dari wabah DBD, meski demikian dengan kondisi Rohul yang saat ini masih pancaroba kita tetap antisipasi dengan cara PSN dan fogging ini sudah menjadi tugas kita,” jelasnya.

Abu menghimbau kepada masyarakat Rambah Hilir untuk terus melakukan PSN secara bergotong royong dan menggiatkan Jumat bersih terutama untuk membakar ban-ban bekas diligkugan masing-masing dan memusnahkan kaleng-kaleng bekas maupun tempat penampungan air yang bisa menimbulkan jentik-jentik nyamuk.

“ Kita harap masyarakat Rambah Hilir untuk melakukan tiga M plus, sehingga masyarakat terhindar dari wabah DBD, pasalnya sebelumnya Rambah Hilir merupakan penderita DBD terbesar dari 16 Kecamatan se-Kabupaten Rokan Hulu,” papar Abu

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas