Headline Riau

Sulitnya Mendapatkan Premium Subsidi dan Pertalite, Disperindag Rohul Telah Konfirmasi ke Pertamina Regional Pekanbaru

Kepala Disperindag Rohul Drs H Sariaman MSi
Kepala Disperindag Rohul Drs H Sariaman MSi

Kepala Disperindag Rohul Drs H Sariaman MSi

PASIRPENGARAIAN – Sulitnya untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium Sumsidi dan Pertalite di Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU) Pasirpengaraian menyebabkan masyarakat Kabupaten Rokan Hulu mengantri panjang berjam-jam.

Antrian panjang di SPBU Pasirpengaraian sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir tahun 2017 ini, setelah PT Pertamina menerapkan pengurangan kuota premium subsidi dan diganti dengan bahan bakar jenis pertalite.

Walaupun pertalite sudah diterapkan, namun warga juga sulit mendapatkannya, sebab‎ pihak SPBU Pasirpengaraian belum juga menyediakan jenis bahan bakar tersebut. Atas kesulitan tersebut, masyarakat Pasirpengaraian harus membelinya di penjual eceran, namun tentunya harga lebih mahal dibandingkan harga di SPBU.

Selain itu, ada juga warga Pasirpengaraian yang harus membelinya di SPBU Simpang Kumu Kecamatan Rambah Hilir‎ atau SPBU Kecamatan Rambah Samo, meski jaraknya cukup jauh dari Pasirpengaraian.

Menanggapi sulitnya mendapatkan premium subsidi dan pertalite,‎ Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Rohul, Drs H Sariaman MSi ketika dikonfirmasi, Rabu (15/11/2017) menjelaskan telah mengkonfirmasinya ke pihak Pertamina Regional Pekanbaru.

Sariaman mengaku telah  menyarankan pihak SPBU Pasirpengaraian untuk menyediakan bahan bakar jenis pertalite, sebab satu-satunya SPBU yang belum menyediakan pertalite berada di Pasirpengaraian.

“ Sudah kami konfirmasi ke Pertamina Regional Pekanbaru dan memang ada pengurangan secara nasional, sehingga terjadi kelangkaan-kelangkaan seperti itu. Kita juga sudah sarankan kepada SPBU se Rohul yang belum menyediakan Pertalite supaya dapat menyediakan pertalite itu. Namun untuk menambah tangki pertalite, pengusaha harus mendapatkan izin dari Pertamina,” tuturnya.

Kemudian Sariaman menambahkan, untuk mendapatkan premium subsidi, pemilik mobil dan sepeda motor harus mengantri. Bahkan tidak sedikit mobil dan sepeda motor sudah mengantri di SPBU Pasirpengaraian sejak sore, sementara pemiliknya tidak kelihatan.

Antrean panjang terjadi sampai malam hari. Tumpukan kendaraan di badan Jalan Tuanku Tambusai bahkan kerap menimbulkan kemacetan.

Sementara itu, Saiful warga Pasirpengaraian, mengaku kesal dengan sulitnya mendapatkan Premium pasalnya untuk mendapatkan Premium dirinya harus antri berjama-jam. “ Kalau ada pertalite tentunya harganya lebih miring, masa di SPBU Pasirpengaraian ini gak ada pertalitenya, jadi kami terpaksa beli pertamax kalau lagi habis premium. Jadi tolong diadakan lah pertalitenya,” ujarnya.

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas