Headline Riau

Demi Meningkatkan Kesejahteraan Petani Karet, Bappeda Rohul Gelar Ekspos Kajian Analisis Strategi Kesejahteraan Petani Karet

Ekspos Laporan Akhir Kajian Analisis Strategis Peningkatan Kesejahteraan Petani Karet di Kantor Bappeda Rohul
Ekspos Laporan Akhir Kajian Analisis Strategis Peningkatan Kesejahteraan Petani Karet di Kantor Bappeda Rohul

Ekspos Laporan Akhir Kajian Analisis Strategis Peningkatan Kesejahteraan Petani Karet di Kantor Bappeda Rohul

PASIRPENGARAIAN – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu melalui Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) berupaya melakukan pemutusan mata rantai penjualan petani karet menyebabkan harga karet petani rendah.

Hingga saat ini harga komudity karet tahun 2017 khususnya di Kabupaten Rokan Hulu masih jauh dari harapan para petani karet, dengan kondisi hal tersebut pemerintah mengupayakan pemutusan mata rantai panjang yang terjadi selama ini. Akibatnya harga jual karet para petani jauh dari harapan sehingga para petani karet keluhkan kondisi harga murah, penyebab harga jual karet para petani juga diakibatkan panjangnya mata rantai dari pengumpul karet dari toke ke perusahaan atau pabrik.

Kepala Bappeda Rohul, Nifzar melalui Seketaris Bappeda Rohul, Harisman ST MT mengatakan bahwa ekspos laporan akhir kajian analisis strategi peningkatan kesejahtraan petani karet bertujuan untuk membentuk kelompok tani karet atau berupa koperasi yang mampu menampung seluruh karet masyarakat yang nantinya bisa langsung dijual ke pabrik  sehingga tidak lagi melalui pengumpul atau toke.

“ Jika kelompok atau koperasi sebagai pembeli karet petani  tentu harga karet yang diterima petani sesuai dengan harga pabrik karena tidak lagi melalui mata rantai yang panjang,” tuturnya.

Sementara itu, Narasumber dalam ekspos tersebut, Arrafiqurrahman SE MM menerangkan, bahwa anjloknya harga karet di Rohul diakibatkan kualitas air getah yang dihasilkan masih 50 parsen. Selain itu karet yang dijual kondisinya dalam keadaan basah sedangkan karet yang dibutuhkan oleh pabrik dalam kondisi kering.

“ Jadi problem pertama yang menyebabkan anjloknya harga karet diakibatkan rendahnya permintaaan komuditas karet dunia dan termasuk pengaruh kurs,” papar Arrafiqurrahman yang juga Dosen UPP serta sedang menjalankan study S3 di Univercity Malaysia.

Melalui kegiatan ini, Dirinya berharap mampu meningkatkan kesejahteraan petani karet dalam pelaksanaannya semua proses. Bagaimana ini dilakukan perlu dilibatkan dalam kajiannya kapasitas dalam sebagai tenaga ahli penelitian.

“ Harapan kita kedepannya, kita perlu rekomendasi strategi untuk peningkatan kesejahteraan para petani karet tentunya perlu pengembangan kelembagaan koperasi,” paparnya.

Kegiatan Ekspos Kajian Analisis Strategi Peningkatan Kesejahteraan Petani Karet berlangsung di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Rokan Hulu, Rabu (15/11/2017) pagi diikuti oleh peserta dari tingkat Kecamatan se Kabupaten Rohul yang dibuka oleh Sekretaris Bappeda Rohul, Harisman ST MT.

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas