Pendidikan

Dosen Wajib Absensi? Bukan Dosen Namanya tapi Karyawan Perusahaan

Dosen tidak seharusnya absensi setiap hari seperti karyawan akademik kampus.

PEKANBARU – Kebijakan perguruan tinggi mewajibkan para dosen untuk absensi pada jam tertentu sama seperti karyawan bagian administrasi dan akademik lainnya, terus mendapat penolakan dari para dosen di internal perguruan tinggi.

Kebijakan ini dianggap tidak tepat karena kinerja dosen bukan saja dinilai dari seberapa baik absensinya. Sebab, dosen selain mengajar di kampus, masih memiliki tugas lain di luar yakni penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Beberapa dosen di Pekanbaru yang dihubungi Riauposting.com mengaku kebijakan ini memberatkan pada dosen dan dianggap kurang bermanfaat. Sebab, sulit dijadikan indikator kinerja para dosen.

“Jika kita harus absen setiap pagi seperti pegawai kantoran atau pegawia bagian administrasi, lalu gunanya untuk apa? Apa itu bisa dijadikan standar kualitas seorang dosen? Nggak bisa. Sebab, untuk menilai kinerja dosen, selain akademik di kampus juga dari penelitian dan pengabdian masyarakat,” ungkap salah seorang dosen laki-laki yang mengajar di perguruan tinggi negeri di Pekanbaru yang minta namanya tidak disebutkan.

Penolakan para dosen ini ternyata didukung Mantan Dirjen Dikti Satrio Soemantri Brojonegoro. Pada Munas I dan Seminar Forum Dosen Indonesia (FDI) di Gedung Sundan Ambu Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Satrio dengan tegas menolak jika para dosen harus absensi rutin dan reguler seperti para karyawan bagian administrasi kamous.

Menurutnya, dosen merupakan elemen di kampus yang harus independen, merdeka, dan tidak boleh dikekang. Dosen katanya, bukan pegawai tapi pelaku pendidikan yang mampu menghasilkan berbagai inovasi.

“Jika kampus sudah tidak dapat menjadi tempat bagi dosen untuk melaksanakan itu semua, maka itu bukan kampus namanya. Tetapi kantor atau perusahaan,” ungkap Satrio sebagaimana dilansir dari Okeszone.com.

Dikatakan Satrio, dosen sebagai profesi penggerak kampus tidak hanya mengajar tetapi juga meneliti, membimbing ke lapangan, melakukan  pengabdian masyarakat, serta berkiprah untuk kemajuan pendidikan. Atas dasar itu, tambahnya, tidak perlu ada absensi bagi dosen di kampus.

“Kalau dosen hanya mengejar agar absensi komplet setiap hari kerja, itu bukan dosen tapi karyawan. Padahal kampus bukan perusahaan, kantor, ataupun sekolah,” tambahnya.

Yang lebih penting, ujar Satrio, kampus tidak boleh kaku dan kampus tidak boleh diatur. Kalaupun ada aturan, aturan dan SOP kampus tidak boleh seragam.

“Jadi, ibarat buah-buahan, ada durian, nenas, dan apel. Tidak mungkin kita membandingkan buah-buahan tersebut karena memang satu sama lain berbeda. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana menghasilkan durian, nenas, atau apel yang paling baik,” tegasnya.

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas