Religi

Jamaah Jihad Subuh Padati Masjid Al-Ma’ruf, Intinya: Umat Islam Harus Bangkit Bela Ulama

Sekum MUI Riau Ustadz Zulhusni Domo saat menyampaikan tausyiah di depan ratusan jamaah Jihad yang memadari Masjid Al-Ma'ruf Panam
Jihad subuh di Masjid Al-Ma'ruf benar-benar mendapat respon yang luar biasa dari para jamaah. Masjid terlihat penuh sesak.

Jihad subuh di Masjid Al-Ma’ruf benar-benar mendapat respon yang luar biasa dari para jamaah. Masjid terlihat penuh sesak.

PEKANBARU-Program Ngaji Ahad (Jihad) benar-benar sudah menjadi kajian yang dinantikan umat Islam khususnya yang tinggal di Kota Pekanbaru. Seperti terlihat pada Ahad subuh (5/2), ratusan jamaah memadati Masjid Al-Ma’ruf Jalan Suka Karya Kelurahan Bina Widya Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Masjid yang luas dan merupakan masjid parpurna kelurahan itu, tak mampu menampung ramainya jamaah yang datang dari berbagai penjuru Kota Pekanbaru.

General Manager Al-Jannag Management Syamsul Bahri Samin kepada Riauposting.con mengatakan, program Jihad Subuh ini merupakan kerja sama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau, pimpinan Ormas Islam di Riau dan Aljannah Management. “Alhamdulillah, sampai hari ini sudah tujuh kali kita laksanakan sejak pertama kali diadakan di Masjid Nurul Jannah Jalan Cipta Karya Pekanbaru,” ungkap Syamsul Bahri Samin.

Syamsul Bahri Samin yang didampingi Manager Dakwah Syamsudin Umar dan Manager Keuangan Eko Prawi menambahkan, Jihad Subuh ini pada awalnya digagas untuk mendorong umat Islam untuk melaksanakan salat subuh berjamaah ke masjid.

“Salat subuh itu kan paling berat dibanding salat lainnya. Untuk itu, kita mendorong masyarakat untuk salat subuh berjamaah ke masjid melalui kegiatan Jihad ini. Alhamdulillah responnya sangaat bagus dan luar biasa,” jelasnya.

Menariknya, tambah Syamsul, kegiatan ini mendapat dukungan dari banyak pihak seperti sejumlah media cetak antara lain Koran Riau, beberapa media online di Riau. Dukungan juga datang dari Toko Busana Muslim Robbani dan usaha garmen Skala Production Pekanbaru. “Terima kasih atas dukungannya, dan kita membuka diri terhadap pihak mana saja yang ingin bergabung,” ungkap Syamsul.

Sekum MUI Riau Ustadz Zulhusni Domo saat menyampaikan tausyiah di depan ratusan jamaah Jihad yang memadari Masjid Al-Ma'ruf Panam

Sekum MUI Riau Ustadz Zulhusni Domo saat menyampaikan tausyiah di depan ratusan jamaah Jihad yang memadari Masjid Al-Ma’ruf Panam

Dikatakan Syamsul Bahri yang juga wartawan senior di Riau ini, Jihad Subuh kemarin menghadirkan enam ulama Riau masing-masing Sekum MUI Riau Zulhusni Domo SAg, Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Provinsi Riau Dr Jon Pamil Lc MA, Pimpinan Matla’ul Anwar Provinsi Riau KH Misran Agusmar Lc, Muhammad Maliki dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Provinsi Riau, Ketua Persatuan Islam (Persis) Riau Yana Mulyana SPdI, dan Sekretaris Majelis Syuro Front Pembela Islam (FPI) Provinsi Riau Yuli Hesman SAg yang juga pembina Aljannah Management.

Menurut Syamsul Bahri Samin, Jihad Subuh kali ini mengangkat tema “Kewajiban Umat Membela Ulama Pewaris Para Nabi”. Dalam pemaparan para ustadz yang hadir sebagai narasumber pada Jihad Subuh tersebut, terlihat jelas betapa tingginya kedudukan ulama dalam Islam. Sekum MUI Riau Zulhusni Domo SAg memaparkan, ada beberapa ciri ulama pewaris para nabi. Salah satunya, mampu mempersatukan umat Islam yang terdiri dari berbagai latar belakang.

Selanjutnya, Ketua Ikadi Riau Dr Jon Pamil Lc MA dalam pemaparannya mengungkap tentang fase-fase kepemimpinan dalam Islam sebagaimana telah dijelaskan dalam Alquran dan Hadits Rasulullah. Salah satu fase itu, akan ada masanya sebuah negeri menghadapi kekacauan sebagai akibat ketidakadilan. Bahkan, katanya, Rasulullah menyebutkan, pada masa itu orang yang pendusta justru diberi amanah, dan sebaliknya yang amanah malah tidak dipercaya.

Narasumber lainnya, seperti KH Misran Agusmar Lc, Muhammad Maliki dan Yana Mulyana SPdI dengan tegas mengatakan bahwa saat ini Islam benar-benar dalam ujian. Berbagai propaganda terjadi, dan bahkan dialamatkan kepada ulama.

“Coba lihat sekarang, dengan nyata terjadi kriminalisasi terhadap ulama. Ini tidak boleh dibiarkan. Semua umat Islam harus menyadari hal ini dan tidak memberi celah terjadinya pelecehan terhadap Islam dan para ulama,” tegas Muhammad Maliki dari Hizbut Tahrir Indonesia.

Pada bagian penutup, Sekretaris Majelis Syuro FPI Riau Yuli Hesman SAg menegaskan, bahwa saat ini umat Islam harus waspada terhadap berbagai ancaman yang muncul. Caranya, setiap saat mawas diri, senantiasa bersatu dengan umat Islam lainnya, dan siapkan kekuatan untuk menghadapi berbagai ancaman tersebut.

“Umat Islam harus tetap waspada terhadap berbagai ancaman. Yang terpenting, jaga persatuan dan siapkan kekuatan menghadapi musuh Islam. Apalagi, saat ini komunis mulai berupaya bangkit merusak tatanan kehidupan berbangsa, bernegara, dan beragama di Indonesia. Umat Islam harus tampil terdepan terhadap siapa saja yang ingin merusak keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Diperoleh informasi dari Syamsul Bahri Samin, Jihad Subuh selanjutnya akan dilaksanakan di Masjid Nurul Yakin Jaloan Paus Pekanbaru yang juga akan menghadirkan sejumlah ulama di Provinsi Riau.

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas