Peristiwa

Sedang Makan di Kebun, Petani Karet di Rohul Diserang Beruang

Warga Rokan Hulu bernama Rasmi Hasibuan diserang beruang saat makan siang di kebun karetnya.
Warga Rokan Hulu bernama Rasmi Hasibuan diserang beruang saat makan siang di kebun karetnya.

Warga Rokan Hulu bernama Rasmi Hasibuan diserang beruang saat makan siang di kebun karetnya.

PASIRPENGARAIAN-Keresahan warga Dusun Sungai Deras Desa Suka Maju Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu, dalam dua bulan terakhir dengan keberadaan Beruang hitam di perkampungan dan perkebunan karet masyarakat setempat, semakin bertambah.

Hal ini terjadi, setelah Beruang yang ditakuti itu menyerang seorang wanita petani karet di Dusun Sungai Deras Desa Suka Maju bernama Rasmi Hasibuan (47), Jumat (4/11/2016) sekitar pukul 13.30 WIB. Bagian tubuh Rasmi digigit dan terkena cakar di bagian kepala bagian belakang, punggung dan lengan.

Korban diserang Beruang berbadan besar, ketika sedang istirahat makan siang di tengah  kebun karetnya. Meski sempat menghindar dan berusaha melawan dengan menggunakan kayu, wanita paruh baya itu dengan rasa ketakutan dicakar oleh binatang buas.

Dari pengakuan Rasmi Hasibuan, kepada wartawan saat dibawa ke RSUD Rokan Hulu mengaku, hewan yang dilindungi negara itu sudah sering terlihat oleh masyarakat saat pergi ke kebun karet di Dusun Sungai Deras Desa Suka Maju. Hanya saja, naas bagi dirinya, ketika sedang istirahat makan siang di tengah kebun, tiba-tiba saja Beruang datang menerkam dari belakang.

‘’Terkejut, di saat makan siang di kebun, beruang menerkam dari arah belakang, mengenai kepala bagian belakang. Saya tidak ada terdengar suara apapun waktu itu. Sempat berusaha menghindar dan memegang kayu, tapi binatang itu tetap mengejar dan mencakar,’’ ungkap Rasmi.

Selain kepala bagian belakang, punggung dan lengan dicakar, Rasmi mengaku berusaha melawan menggunakan kayu dan parang dan berhasil. Beruang itu pergi menjauh. ‘’Saya langsung berusaha lari dengan cara merangkak dengan tubuh telah bersimbah darah menuju ke rumah dengan jarak sekitar 3 kilometer. Setiba di dekat rumah, saya berteriak meminta tolong, menantu saya bernama Tuti menolong dan bersama warga dibawa ke RSUD Rokan Hulu,’’ ungkapnya.

Salah seorang warga Desa Suka Maju Kaslimar Rangkuti mengaku, dari laporan warga, sudah sering melihat Beruang melintas dan berkeliaran di perkampungan penduduk pada siang hari. Namun pada malam hari beruang itu kembali ke hutan dan kadang di perkebunan sawit dan karet milik warga setempat.

Dengan adanya korban petani Karet Dusun Sungai Deras yang digigit Beruang, lanjutnya, warga setempat resah dan ketakutan serta tidak berani lagi untuk pergi melakukan aktifitas ke kebunnya.

‘’Kami minta pemerintah daerah menangkap hewan buas yang dilindungi itu dan dipindahkan ke daerah lain. Karena jangan sampai ada lagi warga kami yang menjadi korban akibat diserangnya,’’ tambah Rasmi.

Disebutkannya, beruang memasuki perkampungan dan perkebunan warga, sebagai akibat habitatnya terancam pembakaran dan perambahan hutan secara liar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Rohul Ir H Sri Hardono MM melalui Sekretarisnya Arie Nasution SHut saat dikonfirmasi, Jumat, (4/11) mengaku, telah mendapat laporan adanya warga Dusun Sungai Deras Desa Suka Maju yang diserang Beruang saat berada di kebun karet.

Menindaklanjuti laporan warga, Dishutbun telah menurunkan personel Polisi Kehutanan (Polhut) ke lokasi tempat korban diserang Beruang, untuk menenangkan warga dan memantau kondisi keberadaan hewan liar yang dilindungi negara itu.

Bahkan, personel Polsek Rambah turun ke TKP, dimana tidak ada terlihat lagi jejak  beruang tersebut.’’ Untuk merelokasi Beruang itu, kewenangan dari BKSDA Riau. Tapi kita sudah lakukan koordinasi ke BKSDA Riau untuk segera turun ke lokasi untuk relokasi  Satwaliar itu. Sehingga, warga sekitar akan tenang untuk pergi ke kebun,’’ tegasnya.

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas