Hukum & Kriminal

Berniat Menolong, Ketua P2TP2A Rohul Justru Dilaporkan Kasus Penculikan Anak

Jumpa pers kasus penculikan anak di Kabupaten Rokan Hulu di Mapolres Rokan Hulu.
Jumpa pers kasus penculikan anak di Kabupaten Rokan Hulu di Mapolres Rokan Hulu.

Jumpa pers kasus penculikan anak di Kabupaten Rokan Hulu di Mapolres Rokan Hulu.

PASIRPENGARAIAN-Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Rokan Hulu, Kamis (27/10/2016) telah mempertemukan Ermita Mesia Situmorang (33) selaku ibu kandung dengan anaknya berinisial CH (8) di salah satu Sekolah Dasar dan NT (5) di salah satu Taman Kanak-kanak di Kecamatan Ujungbatu.

Bertemunya seorang ibu dengan anaknya itu, sebelumnya adanya permohonan dari Ermita Mesia Situmorang untuk meminta pendampingan dari P2TPA Rohul, setelah sebulan lebih, Ermita mengaku tidak bersua dengan anak kandungnya, akibat ada permasalahan dalam rumah tangganya.

Upaya dari P2TPA Rohul yang telah bekerja sesuai dengan tupoksinya, untuk mendampingi Ermita bertemu dengan anaknya di sekolah. Namun, atas tindakan mediasi ini, Ketua P2TPA Rohul Desy Handayani SD dilaporkan oleh suami dari Ermita berinisial HR (29) yang merupakan oknum polisi ke Polres Rohul dengan dugaan penculikan anak.

‘’Kami dari P2TPA Rohul hanya mendampingi Ermita untuk bisa bertemu dengan anaknya CH di salah satu SD di Kecamatan Ujungbatu. Atas permintaan permohonan pendampingan Ermita untuk menjumpai anak di sekolah. Setelah dizinkan oleh pihak sekolah, CH dibawa langsung oleh Ermita ke Pekanbaru. P2TPA waktu itu menyaksikan. Tapi upaya saya itu, oleh suami Ermita dilaporkan ke Polres Rohul,’’ ungkap Ketua P2TPA Rohul Desy Handayani SH dalam konfrensi pers di Gedung GOW Rohul, Selasa (8/11/2016) mengklarifikasi tudingan P2TPA Rohul melakukan penculikan anak.

Wartawan menghadiri jumpa pers di Kantor P2TPA Rokan Hulu

Wartawan menghadiri jumpa pers di Kantor P2TPA Rokan Hulu

Desy mengaku, dirinya selaku ketua P2TPA Rohul yang memfasilitasi seorang ibu bertemu dengan anaknya, efeknya, ia dilaporkan oleh suami Ermita atau ayah dari CH ke Polres Rohul dengan dugaan tindak pidana penculikan anak.

‘’Di sini terdapat banyak kejanggalan. P2TPA Rohul hanya mendampingi dan memfasilitasi seorang ibu bertemu dengan anak di sekolah. Lalu anak dibawa oleh ibu kandungnya dari sekolah. Kita sangat sayangkan, P2TPA Rohul sebagai mitra Unit PPA Satreskrim Polres Rohul tidak mendapat dukungan, di sini terjadi kemunduran dalam pergerakan hukum bidang perlindungan anak. Dan ini sebuah tamparan bagi P2TPA,’’ tambahnya.

Dijelaskannya, Ermita Mesia Situmorang membuat laporan untuk pendampingan ke P2TPA Rohul tanggal 12 Oktober lalu, tentang dilarangnya ibu kandung (Ermita) bertemu dengan anaknya oleh sanga suami HR.

Untuk memenuhi hak anak, P2TPA Rohul turun ke lapangan untuk mendampingi Ermita bertemu anaknya CH yang sebelumnya bersekolah di SDN Suka Maju Kecamatan Rambah. Ternyata, anaknya telah dipindahkan sekolah di Ujungbatu.

Setelah diinput data, lanjut Desy, ternyata anaknya CH, NT sekolahnya di Ujungbatu. ’’Lalu kita berhasil pertemukan ibu dengan anaknya. Sebelumnya P2TPA sudah menyurati Kapolres Rohul tentang permohonan pemenuhan hak anak terhadap oknum Polri berinisial HR dengan Ermita, Rabu (14/10/2016) lalu. Karena tak ditanggapi, Kamis (20/10/2016) kita keluarkan surat rekomendasi anak di bawah umur, diasuh oleh ibunya sampai persoalan rumah tangga Ermita dan HR ada titik temu, karena statusnya masih belum bercerai,’’ jelasnya.

Sementara itu, pengakuan HR oknum Polres Rohul yang merupakan suami dari Ermita kepada wartawan, Selasa (8/11/2016), ia dilarang oleh istrinya bertemu dengan anaknya. Malah, anak yang telah dibawa Ermita sampai sekarang tidak sekolah.

Padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan bersama yang ditandatangani di atas materai, malah pihaknya mengizinkan istrinya untuk membawa anak, 20-25 September lalu yang difasilitasi oleh Ketua Cabang Bhayangkari Rohul, Kasat Reskrim, Kanit Propam Polres Rohul untuk memediasi. Setelah itu anak dikembalikan kepada ayahnya untuk mengasuh sambil menunggu putusan gugatan cerai yang diajukan istrinya Ermita.

‘’Sampai sekarang saya tidak tahu, dimana posisi anak saya sekarang, setelah dibawa Ermita. Karena saya sudah mendapat surat teguran dari pihak sekolah di Ujungbatu, karena anak tidak masuk sekolah. Ya benar kita laporkan, Desy (Ketua P2TPA Rohul) dugaan penculikan anak ke Polres Rohul,’’ jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Rokan Hulu AKBP Yusup Rahmanto SIK MH melalui Kasat Reskrim Polres Rohul AKP M Wirawan Novianto SIK kepada wartawan, Selasa (8/11/2016) membenarkan adanya laporan dari HR terkait dugaan penculikan anak yang dilakukan P2TPA Rohul.

‘’Sekarang kita masih melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi menindaklanjuti laporan dugaan penculikan anak. Siapa pun masyarakat yang membuat laporan maupun oknum polri kita terima dan ditindaklanjuti sesuai prosedur. Semuanya kita berikan hak yang sama,’’ tegasnya.

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas