Hukum & Kriminal

Tempat Urut di Cipta Karya Dipalak Oknum Ratusan Ribu Rupiah per Bulan

Salah satu tempat urut di Jalan Cipta Karya Pekanbaru yang didatangi tim gabungan tiga RW di Jalan Cipta Karya Pekanbaru
Salah satu tempat urut di Jalan Cipta Karya Pekanbaru yang didatangi tim gabungan tiga RW di Jalan Cipta Karya Pekanbaru

Salah satu tempat urut di Jalan Cipta Karya Pekanbaru yang didatangi tim gabungan tiga RW di Jalan Cipta Karya Pekanbaru

PEKANBARU-Informasi mengejutkan ditemukan pada saat perwakilan warga dan aparat RT dan RW di lingkungan RW 011, 019, dan RW 024 Kelurahan Tuah Karya Kecamatan Tampan Pekanbaru menyampaikan surat peringatan untuk pemilik warung internet dan panti pijit di wilayah tersebut.

Ternyata, para pemilik tempat urut dipalak oknum tertentu hingga ratusan ribu per bulan. Oknum tersebut ada yang mengatasnamakan ketua pemuda setempat, ormas, juga aparat penegak hukum. Pada saat ditanya oleh tim yang datang, pemilik tempat pijit ini mengaku memberikan hal ini di bawah tekanan karena takut dengan ancaman oknum tersebut.

Salah satu tempat urut mengaku setiap bulan mengeluarkan sedikitnya Rp400 ribu untuk tiga oknum yang rutin datang menjemput “jatah” ke tempat praktiknya. Tidak jarang, katanya, dia harus meminjam dulu dengan orang lain untuk memenuhi permintaan oknum tersebut karena tidak mau ribut dan terjadi sesuatu dengan usahanya.

Pengakuan yang sama juga diakui oleh pemilik tempat pijit lainnya. Bahkan, jumlah yang dikeluarkan mencapai Rp450 ribu. Menariknya, oknum yang mendapatkan jatah tetap orang yang sama. Dia juga mengakui bahwa mereka memang terpaksa memberi uang keamanan karena tidak mau ribut dan terjadi apa-apa pada diri dan tempat usahanya. Sebab, oknum ini senantiasa menebarkan ancaman tersebut.

Terhadap keluhan pemilik tempat pijit ini, tim meminta untuk segera melapor kepada ketua RT dan RW kalau pada masa yang akan datang oknum tersebut masih saja melakukan pungutan liar dengan alasan uang keamanan. Sebab, selama usaha yang dijalankan mengikuti aturan, maka aparat setempat akan memberikan perlindungan, dan tidak boleh ada oknum yang memeras dengan alasan uang keamanan.

Selain menyampaikan surat peringatan kepada seluruh pemilik tempat pijit, perwakilan tiga RW juga menyampaikan surat peringatan kedua untuk pemilik warung internet (warnet) yang ada di lingkungan tiga RW. Sebab, dalam keputusan bersama, jarak tempat usaha warnet dengan tempat ibadah minimal 500 meter.

Kedatangan tim ini, sempat membuat pengunjung warnet ketakutan dan berhamburan keluar. Mereka menyangka akan ada penertiban paksa terhadap warnet yang ada.

Baca Juga: Seluruh Warnet di Tiga RW Cipta Karya Diancam Tutup Paksa

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas