Budaya

Bupati Inhil HM. Wardan Hadiri Acara Aruh Ganal KBB di Pekanbaru

Wardan, KBB MS
Wardan, KBB MS

Bupati Inhil HM. Wardan beserta istri (kiri) di acara pengukuhan pengurus KBB provinsi Riau periode 2015-2020. Foto: Riauposting.com

PEKANBARU – Menurut studi, abad ke 19 dan ke 20 banyak orang Banjar yang merantau ke Sumatera dan Malaysia dengan alasan politik dan keamanan pada masa kolonial Belanda di tanah Banjar. Namun setelah semakin mapannya orang Banjar diperantauan menyebabkan banyak orang Banjar yang melakukan perantauan untuk mencoba peruntungan di bidang ekonomi.

Para perantau dari tanah Banjar hingga kini tetap menjaga hubungan baik dan tradisi budaya dengan daerah asalnya dan memberikan kontribusi bagi daerah perantauan dimana mereka tinggal, baik dari segi budaya, agama dan ekonomi, apalagi orang Banjar terkenal pula pandai berdagang. Sementara dalam hal agama para ulama dari Banjar banyak di undang dan menjadi pemuka agama di daerah rantau.

Demikian pula halnya dengan para perantau suku Banjar yang ada di wilayah provinsi Riau, dalam rangka mempererat tali silaturahim sekaligus pengukuhan Pengurus Wilayah Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) provinsi Riau periode 2015-2020, Kamis malam (30/07/2015) digelar acara “Aruh Ganal” (keduri besar) dan pentas seni bertempat di gedung anjungan seni Idrus Tintin, Komplek Bandar Serai Purna MTQ Pekanbaru.

Aruh Ganal ini merupakan kegiatan perdana yang dilaksanakan oleh KBB Riau dihadiri oleh para tokoh masyarakat Banjar Riau, bupati Inhil HM. Wardan, utusan kesultanan Banjar Kalimantan Selatan, kalangan cendikia, tokoh agama dan sekitar 1500 orang masyarakat Banjar perantauan yang tidak hanya dari Provinsi Riau, tetapi juga warga Banjar dari berbagai daerah se Indonesia dan beberapa dari negara lain seperti Malaysia, Singapura dan Brunai Darussalam.

Acara yang berlangsung pada pukul 19.00 WIB dimulai dengan suguhan makan malam dengan aneka makanan dan minuman khas Banjar yang dapat dinikmati bukan hanya oleh para hadirin dari suku Banjar, tetapi dapat pula dinikmati oleh para pengunjung lainnya.

Ketua Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) provinsi Riau yang baru terpilih, Kombes Drs. Dedy Pardika, BA, MN saat diwawancara Riauposting.com diacara tersebut menyampaikan, acara Aruh Ganal KBB provinsi Riau merupakan sebuah momentum penting untuk memperkuat tali silaturahim dan ikatan persaudaraan masyarakat suku Banjar yang ada diperantauan, khususnya masyarakat Banjar yang ada di wilayah provinsi Riau.

Kombes Drs. Dedy Pardika, BA, MN, KBB, MS

Kombes Drs. Dedy Pardika, BA, MN, ketua KBB provinsi Riau masa bhakti 2015-2020 saat menerima gelar kehormatan dan pemberian keris pusaka oleh wakil dari kesultanan Banjar kalimantan Selatan. Foto: Riauposting.com

“Ada beberapa hal yang akan kita canangkan sebagai program KBB ke depan terutama untuk masalah sosial dan pendidikan. Di bidang sosial KBB akan berupaya membantu dan memberdayakan masyarakat golongan ekonomi lemah sebagai upaya untuk mengurangi kemiskinan. Sedangkan di bidang pendidikan KBB akan mengupayakan dukungan pembiayaan kepada anak-anak tidak mampu agar dapat menempuh pendidikan hingga ke jenjang pendidikan tertinggi.

Hal tersebut tentu tidak sebatas kita upayakan buat masyarakat dari suku Banjar semata, tetapi juga kita berlakukan kepada masyarakat dari suku lainnya yang dapat kita berikan bantuan sebagai bentuk kepedulian kita dan upaya turut membantu pemerintah daerah Riau,”ujarnya.

Lebih lanjut Dedy Pardika menyampaikan, ”untuk menciptakan kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, KBB akan terus menjalin hubungan silaturahim dengan seluruh lapisan masyarakat perantau dari latar suku yang cukup beragam yang telah menjadi penduduk di bumi Lancang Kuning ini, misalnya dengan masyarakat Riau dari suku Minang, suku Jawa, suku Batak dan suku-suku lainnya. Dengan demikian kita turut menciptakan keharmonisan dan dapat menghindari gesekan-gesekan berakibat konflik karena SARA,”ungkapnya.

Kedepan Dedy Pardika berharap dalam masa kepemimpinannya KBB dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi peningkatan pembangunan provinsi Riau.

Seorang warga pekanbaru dari suku Banjar, Suherman (55) yang ditemui Riauposting.com diacara tersebut merasa sangat gembira dapat hadir di acara Aruh Ganal yang diselenggarakan perdana oleh pengurus baru KBB provinsi Riau yang baru dilantik.

“Kakek kami telah lama merantau ke daerah Indragiri Hilir, saya sendiri merantau ke Pekanbaru tahun 1976 dan dapat istri orang Pariaman. Aruh Ganal ini dapat menjadi obat akan kampung halaman yang belum pernah saya kunjungi hingga saat ini, sekaligus bertemu dengan para perantau lainnya yang berasal dari Banjar,” kata pria yang tinggal dikawasan Panam dan berprofesi sebagai wiraswasta ini.

Acara perhelatan perdana Aruh Ganal KBB provinsi Riau terdiri dari pengukuhan pengurus harian, pemberian santunan kepada anak yatim, pemberian gelar kepada 2 orang pengurus, pemberian cendera mata yang diwakili oleh salah seorang tokoh masyarakat Banjar di Riau dan hiburan yang diisi oleh kesenian Madihin dari Kalimantan Selatan oleh tokoh komedi terkenal dari Kalsel, Jon Tralala dan atraksi kesenian lainnya dari daerah Riau.

Jon Tralala, KBB, MS

Kesenian Madihin  yang dibawakan oleh komedian terkenal dari Kalsel, Jon Tralala beserta 2 putranya. Foto: Riauposting.com

Sebelumnya pada Rabu(29/7/2015) malam Paguyuban Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) wilayah Riau telah melakukan pelantikan ketua pengurus wilayah serta pengurus baru KBB dengan masa jabatan 2015 hingga 2020 di kediaman Gubernur Riau.

Dalam pelantikan tersebut Kombes Drs. Dedy Pardika, BA, MN menggantikan Ketua Pengurus wilayah Riau yang lama, Indrawansyah Sarkawi sekaligus menggelar ramah tamah dengan Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman.

Acara tersebut turut pula dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Rudi Arifin yang sekaligus Ketua Umum Pusat KBB Indonesia, Danrem 031 Wirabima, Brigjen TNI Nurendi, Wakapolda Riau Kombespol Joko Hartanto, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek), Mohamad Nasir serta Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan.

Selamat menjalankan tugas bagi segenap pengurus Kerukunan Bubuhan Banjar wilayah Riau periode 2015-2020, semoga terus memberi kontribusi bagi kemajuan pembangunan provinsi Riau dan selalu berpegang pada pepatah, “Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung”.

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas