Headline Rohul

Menjawab Tantangan Full Days School

Salah seorang Dosen UPP yang saat ini menyelesaikan pendidikan S3 jurusan Manajemen Pendidikan di UNJ, Hardianto
Salah seorang Dosen UPP yang saat ini menyelesaikan pendidikan S3 jurusan Manajemen Pendidikan di UNJ, Hardianto

Salah seorang Dosen UPP yang saat ini menyelesaikan pendidikan S3 jurusan Manajemen Pendidikan di UNJ, Hardianto

PASIRPENGARAIAN – Pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Muhadjir bahwa Full Days School (FDS) akan diterapkan di seluruh Indonesia tahun 2020, tentu menjadi tantangan bagi seluruh sekolah yang ada.

Tidak terkecuali di Negeri Seribu Suluk Rokan Hulu. Pada saat ini sudah sekitar 500 sekolah di Indonesia yang menerapkan FDS. Perlunya upaya yang massif dan terencana dari agar FDS bisa terlaksana dengan baik di Rokan Hulu. Pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan pihak sekolah hendaknya mulai memikirkan pelaksanaan program ini dimasa mendatang.

Salah seorang Dosen Universitas Pasir Pengaraian (UPP), Hardianto yang saat ini sedang menyelesaikan pendidikannya ditingkat perguruan tinggi di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pendidikan S3 Jurusan Manajemen Pendidikan kepada Riauposting.com, Rabu (22/2/2017) mengatakan, bahwa Terlepas dari pro dan kontranya tentang FDS yang juga dikenal dengan Pendidikan Penguatan Karakter (PPK), upaya memajukan pendidikan tentu sudah menjadi tanggungjawab bersama. Sekolah mesti menjadi tempat yang menyenangkan bagi peserta didik. Sekolah harus didesain agar peserta didik bisa menumbuhkembangkan karakter yang kuat, mengembangkan bakat dan minat para peseta didik.

“ Beberapa persiapan yang mesti dipersiapkan untuk menghadapi FDS diantaranya: Pertama kelengkapan sarana dan prasarana sekolah. Sekolah mesti mempersiapkan sarana yang cukup untuk kegiatan FDS. Sarana itu dapat berupa lapangan olahraga, sarana untuk kesenian, perpustakaan yang nyaman, tempat ibadah dan sarana lain yang bisa membuat peserta didik bisa mengisi waktu untuk kegiatan yang positif. Sarana ini mesti mulai dibangun/ dilengkapi dari sekarang,” tuturnya.

Hardianto menambahkan, Persiapan kedua adalah kesiapan guru dalam menerapkan FDS. Guru memegang peranan penting dalam FDS. Guru harus mampu menjadi pembimbing yang menyenangkan bagi peserta didik. Guru dituntut memiliki skill untuk bisa membantu mengembangkan bakat dan minat peserta didik. Program pengembangan kompetensi guru juga harus sudah mulai digalakkan menuju guru yang siap untuk menerapkan FDS.

Ketiga adalah kesiapan kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainnya. FDS jelas akan menambah waktu personil sekolah berada di sekolah. Kepala sekolah harus memiliki wawasan yang luas dan visioner untuk membawa sekolah menuju arah yang lebih baik. Jangan sampai waktu yang lebih lama di sekolah tidak memberikan nilai tambah untuk peserta didik menjadi generasi unggul. Perlunya optimalisasi kepala sekolah maupun tenaga kependidikan untuk mengikuti diklat, seminar-seminar dan in service training lainnya.

Keempat adalah persiapan melihat kearifan lokal. Pada saat ini terasa mata pelajaran muatan lokal belum sepenuhnya mampu mengembangkan kearifan lokal. Beberapa kesenian dan kebudayaan yang merupakan ciri masyarakat Rokan Hulu tidak lagi populer pada generasi muda. Generasi muda sudah asing dengan budaya melayu dan justeru senang dengan budaya barat. Program FDS dapat dijadikan momentum untuk membangkitkan lagi budaya khas Rokan Hulu. Hendaknya mulai diidentifikasi kebudayaan/ kesenian lokal yang dapat kita kembangkan dan pelajari di FDS.

Kelima adalah sosialisasi dengan masyarakat/ orangtua siswa. Sekolah dan masyarakat tidak bisa dipisahkan untuk menciptakan peserta didik yang unggul. Masih adanya peserta didik yang harus membantu orang tua sepulang sekolah juga akan menjadi permasalahan tersendiri untuk penerapan FDS. Oleh karena itu perlu sosialisasi dan kesadaran semua pihak untuk menjadi generasi bangsa memiliki karakter yang kuat dan unggul.

Dia berharap, Semoga pendidikan di Rokan Hulu semakin lama menjadi semakin baik. “ Kita harus ingat bahwa pendidikan adalah invenstasi. Pendidikan yang baik akan melahirkan generasi yang handal. Mari semua komponen bersatu untuk memajukan pendidikan,” ajak Hardianto.

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas