Headline Rohul

Pendidikan Gratis Atau Pendidikan Murahan

Hardianto salah seorang Dosen di Universitas Pasir Pengaraian (UPP) yang saat ini menyelesaikan kuliahnya di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) S3 jurusan Manajemen Pendidikan
Hardianto salah seorang Dosen di Universitas Pasir Pengaraian (UPP) yang saat ini menyelesaikan kuliahnya di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) S3 jurusan Manajemen Pendidikan

Hardianto salah seorang Dosen di Universitas Pasir Pengaraian (UPP) yang saat ini menyelesaikan kuliahnya di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) S3 jurusan Manajemen Pendidikan

PASIRPENGARAIAN – Pendidikan merupakan salah satu komoditi yang biasanya hangat dibicarakan menjelang pemilihan kepala daerah. Baik ditingkat kabupaten/kota, provinsi sampai negara ataupun pemilihan legislatif. Para calon kepala daerah atau calon legislatif biasanya menggunakan kalimat pendidikan gratis dalam setiap kampanye ataupun visinya, agar memikat calon pemilih dalam menentukan pilihannya.

“ Tidak salah memang penggunaan kalimat pendidikan gratis tersebut yang perlu dipertanyakan. Hanyalah apakah pendidikan gratis dapat dijadikan solusi untuk mengatasi permasalahan pendidikan dewasa ini?,” tutur Hardianto salah seorang Dosen di Universitas Pasir Pengaraian (UPP) yang saat ini menyelesaikan kuliahnya di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) S3 jurusan Manajemen Pendidikan kepada Riauposting.com, Sabtu (15/4/2017) siang.

Lanjut Hardianto, Belum stabilnya perekonomian masyarakat dan cukup tingginya permasalahan ekonomi menjadikan kata-kata gratis dan murah menjadi kata yang sangat dinantikan masyarakat. Pendidikan gratis atau pendidikan murah merupakan salah satu solusi untuk memperoleh pendidikan. Asal jangan pendidikan gratis yang ditawarkan tidak menjadi pendidikan yang murahan.

Dia mengakui, Sebagai pengambil keputusan maupun masyarakat luas pengertian kata murah atau mahal dalam pendidikan perlu dipahami bersama. Murah bukan berarti nominal rupiah yang rendah atau sedikit yang harus dikeluarkan orangtua dalam memberikan pendidikan kepada anak mereka.

“ Dalam konteks ekonomi pendidikan kata murah berarti biaya pendidikan yang terjangkau dan menghasilkan pendidikan yang bermutu. Apabila biaya pendidikan murah atau bahkan gratis namun yang diperoleh adalah kualitas pendidikan yang rendah pada dasarnya itu adalah sebuah harga yang mahal,” terangnya.

Untuk mendapatkan sesuatu yang bermutu, tentunya membutuhkan biaya yang lebih mahal dibandingkan memperoleh barang dengan kualitas biasa saja. Oleh karena itu slogan pendidikan gratis atau murah harus diikuti minimal empat hal berikut ini yaitu, Pendidikan gratis atau murah yang ditawarkan harus diikuti dengan penyediaan sarana prasarana yang memadai.

Program pendidikan gratis hendaknya diikuti dengan peningkatan sarana prasarana sekolah. Akan sangat mahal sebuah harga pendidikan ketika pendidikan gratis tetapi sarana prasana pendidikan tidak lengkap yang pada akhirnya akan menurunkan kualitas pendidikan. Pendidikan gratis atau murah diikuti dengan inovasi sistem pendidikan.

Perkembangan sistem pendidikan dan pembelajaran cukup pesat. Sekolah mesti selalu mengadopsi perkembangan tersebut agar bisa bersaing dengan sekolah lainnya. Pendidikan gratis harus selalu diikuti upaya inovasi untuk memajukan pendidikan. “ Contoh sederhana adalah pada saat ini kita melihat begitu jelasnya perubahan teknologi informasi ataupun model kendaraan akan tetapi cara mengajar guru yang terlihat tidak mengalami banyak perubahan,” papar Hardianto.

Pendidikan gratis atau murah tidak mengurangi kegiatan belajar merupakan banyak kasus terjadi dengan gratisnya biaya pendidikan, yang terjadi justru hilangnya kegiatan ekstrakurikuler atau kegiatan positif lainnya di sekolah karena disebabkan ketiadaan biaya. Hal ini tentu saja sangat merugikan siswa dan masyarakat. Pendidikan gratis yang menyebabkan hilangnya kegiatan-kegiatan positif di sekolah akan menjadikan pendidikan yang murahan.

Merubah paradigma orangtua atau masyarakat tentang konsep pendidikan gratis adalah masyarakat atau orangtua harus memahami bahwa apabila biaya pendidikan yang dikeluarkan sedikit atau kecil tetapi manfaat yang diperoleh peserta didik juga kecil hal itu pada dasarnya bukanlah pendidikan yang murah. Akan sangat mahal ketika biaya untuk pendidikan yang dibayarkan tidak diikuti dengan kualitas pendidikan yang diterima.

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas