Siak

DPRD Siak Sesalkan Penebangan Pohon di Jalan Desa Lubuk Muda

Azmi Rozali mempertanyakan tentang penebangan pohon pelindung di Jalan Desa Lubuk Muda, Sungaisiput dan Sepotong.

SUNGAIPAKNING – Masalah penebangan pohon pelindung yang ditebang oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab di sepanjang jalan Desa Lubuk Muda, Sungaisiput dan Sepotong, Kecamatan Siak Kecil hingga saat ini belum ada tindakan apa-apa yang dilakukan oleh aparat penegak hukum. Padahal ketika berbagai kayu di hutan ditebang, aparat kepolisian di Kecamatan Siakkecil maupun Bukitbatu cukup sigap menyikapi dan melakukan tindakan tegas.

“Mengapa masalah ini dibiarkan saja. Selama ini aparat kepolisian dari Polsek Siakkecil dan Bukitbatu sangat agresif melakukan tindakan, apabila ada kayu hutan ditebang. Sedangkan pohon pelindung yang ada di depan mata, dan hal itu sengaja ditanam oleh Pemkab Bengkalis, tapi seolah-olah hal itu tidak penting,” ujar Ipul, salah seorang warga Sungaisiput kepada anggota DPRD Kabupaten Bengkalis H Azmi Rozali saat meninjau pohon-pohon yang kini sudah mati karena ditebang secara tidak wajar oleh orang yang tidak bertanggung jawab itu, Selasa (12/1/2016).

Azmi Rozali tidak dapat menyembunyikan kekesalannya menyaksikan puluhan pohon pelindung jenis trambesi dan jenis lainnya di sepanjang jalan di Kecamatan Siakkecil, tepatnya di Desa Sungaisiput dan Desa Sepotong musnah ditebang oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Dirinya berjanji akan mengupayakan pemanggilan pihak-pihak yang selama ini disebut-sebut bertanggungjawab melakukan perintah penebangan.

“Akan kami kaji, apakah memenuhi unsur pidana atau tidak. Kalau tidak ada, kami akan lakukan upaya politik, yaitu pemanggilan oleh dewan dan minta pertanggungjawaban pelakunya. Hal itu akan dilakukan oleh komisi yang membidangi masalah lingkungan hidup di DPRD Kabupaten Bengkalis,” ujar anggota DPRD yang berasal dari daerah pemilihan Kecamatan Bukitbatu dan Siakkecil ini.

Kerisauan lelaki yang menjabat anggota DPRD Kabupaten Bengkalis selama 3 periode ini dinilai cukup beralasan. “Kalau penebangan kali ini tidak ditindak, maka mereka akan seenaknya menebang pohon-pohon kayu yang lain. Jika itu terjadi, maka daerah kita ini akan menjadi daerah yang gersang, dan tidak mustahil akan menjadi sorotan dunia internasional.

“Saya harap pemerintah Kabupaten Bengkalis jangan diam saja menyaksikan pohon pelindung itu ditebang. Kepala SKPD jangan hanya tahu membuat program penanaman pohon secara seremonial, melibatkan Pj Bupati, Sekda dan menghabiskan banyak dana. Sedangkan pohon yang sudah ditanam bertahun-tahun yang lalu, ditebang orang, kok diam saja? Jadi untuk apa ada program penanaman pohon yang dihadiri oleh pejabat? Apakah hanya sekedar untuk menghabiskan dana.

Apa tanggapan Anda?

argumen pembaca

Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas